Sunday, 08 November 2026


Gerakan ASRI Polbangtan Gowa Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Ada Misi Besar untuk Pertanian

02 Jun 2026, 06:54 WIBEditor : Gesha

Gerakan ASRI di Polbangtan Gowa tak hanya fokus pada kebersihan kampus, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan SDM pertanian unggul.

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa – Gerakan ASRI di Polbangtan Gowa tak hanya fokus pada kebersihan kampus, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan SDM pertanian unggul.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa mengimplementasikan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) Kementerian Pertanian sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, produktif, dan berkelanjutan.

Namun, program tersebut disebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih lingkungan, melainkan bagian dari strategi membangun sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) itu melibatkan seluruh civitas akademika, mulai dari pegawai, dosen, tenaga kependidikan hingga mahasiswa. 

Rangkaian kegiatan meliputi kerja bakti membersihkan lingkungan kampus, penentuan dan pembersihan lokasi calon dapur SPPG, penanaman Padi Sistem Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), hingga NGOBRAN (Ngobrol Santai) bersama penyuluh pertanian secara daring.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebersihan dan kerapian lingkungan kerja merupakan fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang produktif dan profesional.

Menurutnya, lingkungan yang tertata dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja sekaligus membentuk karakter SDM pertanian yang berkualitas.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut Gerakan ASRI menjadi bagian penting dalam penguatan budaya kerja dan pembinaan karakter, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.

“ASRI bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga mencerminkan budaya kerja yang tertib, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan prima. Polbangtan sebagai lembaga pendidikan vokasi harus menjadi contoh dalam penerapan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menilai penguatan SDM menjadi kunci utama pembangunan sektor pertanian nasional. Karena itu, lembaga pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, mengatakan bahwa Gerakan ASRI merupakan langkah nyata untuk membangun budaya kampus yang tertib, sehat, bersih, dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekadar gerakan kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi wujud nyata pembentukan karakter civitas akademika agar lebih peduli terhadap lingkungan, disiplin, serta memiliki rasa tanggung jawab bersama,” kata Sartika.

Menurutnya, lingkungan kampus yang aman akan menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Sementara lingkungan yang sehat, resik, dan indah dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap institusi.

Ia optimistis semangat kebersamaan dan gotong royong yang dibangun melalui Gerakan ASRI dapat menjadikan Polbangtan Gowa sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan vokasi pertanian, tetapi juga menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan kampus.

Melalui implementasi Gerakan ASRI, Polbangtan Gowa berharap mampu menciptakan lingkungan kampus yang lebih tertib, hijau, sehat, dan nyaman. 

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan sekaligus berkontribusi pada penguatan produktivitas sektor pertanian nasional.

Reporter : Nattasya
Sumber : Polbangtan Gowa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018