Saturday, 10 October 2026


Ganti Baju jadi YES-SI, Program YESS Berlanjut Tahun Depan

17 Jul 2026, 11:02 WIBEditor : Yulianto

Pemerintah lanjutkan Program YESS tahun 2027

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian akan melanjutkan program YESS (Youth Enterpreneurship and Employment Support Services) pada tahun 2027 dengan nama YESS-SI  (Scaling-Up Intervention). Program YESS yang merupakan hasil kerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) mampu menumbuhkan wirausaha muda pertanian di daerah berakhir tahun 2025.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan, program YESS yang tahun depan menjadi YESS-SI pemerintah memberikan peningkatan kapasitas kepada anak muda agar bisa melakukan wirausaha di bidang pertanian.

“Kita buka kesempatan, baik yang sudah atau belum mempunyai usaha. Jadi pemerintah memberikan jalan agar anak-anak muda bisa berusaha di bidang pertanian,” katanya saat jumpa Pers Seminar Nasional Kewirausahaan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) di Jakarta, Kamis (16/7).

Santi mengatakan, agar wirausaha petani muda dapat berkembang dengan baik, pemerintah akan mengembangkan ekosistem dalam bentuk klaster. Jadi bagi wirausaha muda yang baru tidak bekerja sendirian, tapi bisa berinteraksi dalam satu komunitas. ”Jadi ada jaminan input dan pemasarannya,” ujarnya.

Dengan adanya klaster, Santi berharap, wirausaha muda pertanian yang sudah berkembang bisa menjadi contoh bagi pelaku usaha yang baru dan membuka peluang. Saat ini sudah ada puluhan klaster di lokasi pengembangan program YESS sebelumnya yang menjadi contoh untuk program YESS-SI.

Pemerintah juga akan memberikan pembinaan dan pelatihan, baik teknis maupun non teknis seperti literasi keuangan dan akses pasar. Selain itu, dalam program YESS yang dikembangkan menjadi YESS-SI pemerintah memberikan bantuan modal melalui hibah kompetitif yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

Dalam program YESS-SI pemerintah memperluas lokasi cakupan. Saat program YESS hanya berada di 4 provinsi, 19 kabupaten di Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Sedangkan pada program YESS-SI menjadi 8 provinsi ditambah 15 kabupaten lagi.

“Perbedaan YESS dan YESS-SI yang akan dimulai tahun 2027 kita perluas wilayah cakupan dari 4 provinsi menjadi 8 provinsi,” katanya.

Namun demikian, Santi mengatakan, pihaknya juga akan mengevaluasi Program YESS untuk perbaikan dan penyempurnaan, terutama aspek keberlanjutan. Karena itu, Santi membuka pintuk untuk bekerjasama dengan perguruan tinggi dan Perhepi untuk melakukan kajian terhadap program YESS.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Prof. Nunung Nuryantoro mengakui, melalui program YESS, pemerintah mendorong lahirnya kewirausahaan muda di bidang pertanian. Karena itu, Perhepi menjadi salah satu mitra strategis untuk mengembangkan kewirausahaan anak-anak muda.

Nunung berharap, kewirausahaan pertanian yang dikelola generasi muda nantinya bisa menjadi ekosistem yang utuh. Dengan melihat antusias anak muda bisa menjadi pilar strategis meningkatkan daya saing pertanian. ”Keterlibatan anak muda dengan inovasinya, keberlanjutan usaha pertanian bisa terjaga dan meningkatkan banyak hal, termasuk daya saing,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018