
Polbangtan Bogor membuka peluang karier bagi mahasiswa dan alumni lewat Campus Hiring, mempertemukan talenta muda pertanian dengan perusahaan besar.
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Polbangtan Bogor membuka peluang karier bagi mahasiswa dan alumni lewat Campus Hiring, mempertemukan talenta muda pertanian dengan perusahaan besar.
Peluang kerja bagi lulusan pendidikan vokasi pertanian semakin terbuka lebar. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor memperkuat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui kegiatan Campus Hiring yang mempertemukan mahasiswa tingkat akhir dan alumni dengan sejumlah perusahaan besar dari berbagai sektor.
Kegiatan yang digelar Selasa (7/7) tersebut menjadi wadah strategis bagi para calon lulusan untuk mengenal kebutuhan industri sekaligus mengikuti proses rekrutmen secara langsung.
Bukan sekadar bursa kerja, Campus Hiring menjadi bukti nyata implementasi konsep link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri.
Melalui program ini, Polbangtan Bogor berupaya memastikan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Sejumlah perusahaan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari sektor pertanian, peternakan, teknologi, hingga industri pendukung.
Di antaranya Peshtigo, PT Syngenta Indonesia, PT Rabana Agro Resources, PT Benih Citra Asia (Bintang Asia), PT Daya Santosa Rekayasa, PT Professional Machinery, Taman Safari Indonesia, dan Yayasan Dharma Bhakti Astra.
Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai dunia kerja sekaligus membuka peluang karier sesuai bidang keahlian masing-masing.
Melalui Campus Hiring, peserta tidak hanya mengikuti proses seleksi kerja, tetapi juga membangun jejaring profesional, memahami profil perusahaan, serta mengetahui kompetensi yang dibutuhkan industri saat ini.
Polbangtan Bogor menilai kegiatan ini menjadi langkah penting untuk mempercepat penyerapan lulusan ke dunia kerja.
Terlebih, lulusan Polbangtan telah dibekali kemampuan teknis, pengalaman praktik, hingga sertifikasi profesi sesuai bidang yang ditekuni.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian modern.
“Kurikulum yang diterapkan di Polbangtan telah disusun secara adaptif dan berbasis pada kebutuhan industri pertanian modern. Sumber daya manusia adalah penggerak utama pembangunan pertanian. Mereka harus tangguh, berkualitas, dan siap menjadi motor swasembada pangan nasional,” ujar Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyebut kualitas SDM menjadi kunci dalam transformasi pertanian Indonesia.
“SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian modern. Oleh sebab itu, jika ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya,” ujar Idha.
Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi fondasi penting untuk menciptakan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Direktur Polbangtan Bogor Yoyon Haryanto berharap Campus Hiring mampu membuka lebih banyak peluang kerja bagi lulusan.
“Semoga anak-anak kita diterima dan bisa masuk di perusahaan-perusahaan tersebut,” harap Yoyon.
Ia mengatakan lulusan Polbangtan Bogor merupakan SDM pertanian yang siap kerja karena telah mendapatkan pembelajaran berbasis praktik, sertifikasi profesi, serta kompetensi sesuai kebutuhan industri.
"Lulusan Polbangtan yang menjadi jobseeker diharapkan bisa terserap semua di perusahaan-perusahaan mitra. Bahkan sebagian besar sepertinya sudah mendapatkan kerja sebelum lulus,” katanya.
Menurut Yoyon, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya diukur dari proses pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan lulusan memasuki dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ke depan, Polbangtan Bogor berkomitmen memperluas kerja sama dengan berbagai perusahaan mitra melalui program Campus Hiring secara berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara kampus dan industri, lulusan pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga talenta muda profesional yang mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian Indonesia.