Saturday, 05 September 2026


56 Tahun Sinar Tani, Jadi Teman Belajar Petani dan Penyuluh

01 Sep 2026, 14:46 WIBEditor : Yulianto

Prof. Dedi Nursyamsi

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Usia 56 tahun menjadi sebuah perjalanan panjang bagi Tabloid Sinar Tani. Bahkan menurut Prof. Dedi Nursyamsi, penyuluh ahli utama, bukan sekadar tabloid, Sinar Tani jadi teman belajar petani dan penyuluh, menyajikan solusi, teknologi, hingga kebijakan yang mendorong pertanian maju.

"Saya bersyukur, ternyata masih ada media tabloid yang konsisten memperjuangkan petani dan pertanian. Bukan sehari-dua hari, bukan pula hanya ketika ada isu pertanian yang sedang ramai. Konsistensi itu sudah berlangsung sejak zaman Orde Baru hingga sekarang," tuturnya.

Ia menilai, Sinar Tani bukan sekadar media yang menerbitkan berita pertanian. Lebih dari itu, Sinar Tani telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan sumber daya manusia pertanian Indonesia. Petani dan penyuluh mendapatkan ruang belajar yang dekat dengan kebutuhan mereka sehari-hari.

"Saya melihat sendiri bagaimana Sinar Tani terus menyuarakan berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani," katanya.

Di tengah derasnya informasi, media yang mau secara konsisten berdiri bersama petani tentu sangat penting. Apalagi pertanian bukan sekadar soal menanam dan memanen. Ada pasar, teknologi, modal, sarana dan prasarana, hingga hilirisasi yang semuanya saling berkaitan.

Di sinilah media seperti Sinar Tani memiliki peran penting. Informasi yang disampaikan bukan hanya menjadi pengetahuan, tapi bisa menjadi dasar bagi petani dalam mengambil keputusan.

"Saya juga teringat persoalan hama dan penyakit tanaman. Ada kalanya petani benar-benar frustrasi ketika melihat tanaman yang dirawat dengan susah payah tiba-tiba rusak akibat serangan wereng, sundep, beluk, dan berbagai organisme pengganggu tanaman lainnya," ungkapnya.

Dalam kondisi seperti itu, petani tentu membutuhkan solusi yang praktis dan mudah diterapkan. Sinar Tani hadir menjelaskan pengendalian hama secara bertahap. Prinsipnya jelas, tanaman harus dibuat sehat terlebih dahulu melalui teknik budidaya yang baik. Tanaman yang sehat memiliki kemampuan lebih baik dalam menghadapi gangguan.

Kalau hama sudah muncul, pengendalian tidak serta-merta harus menggunakan pestisida kimia. Ada pengendalian secara mekanis, misalnya dengan mengumpulkan telur hama kemudian memusnahkannya. Ada pula pengendalian biologis menggunakan musuh alami, seperti parasitoid.

Bahkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati. Buah kepayang, tembakau, dan berbagai tanaman tertentu bisa diekstrak untuk menghasilkan bahan pengendali hama.

"Saya kira di sinilah kekuatan Sinar Tani. Informasi pertanian tidak hanya disajikan sebagai teori yang sulit dicerna, tetapi dikaitkan dengan persoalan yang benar-benar dihadapi petani di lapangan," katanya.

Hal yang sama saya lihat pada kalangan penyuluh. Setiap kali edisi baru terbit, ada saja penyuluh yang antusias membacanya. Mereka mendapatkan bahan pembelajaran yang luar biasa. Materi yang disajikan pun sering kali mengikuti topik yang sedang dibutuhkan di lapangan.

Ini penting karena penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Penyuluh harus terus belajar. Teknologi berubah, tantangan berubah, kebutuhan petani berubah. Karena itu, bahan penyuluhan juga harus terus berkembang.

Semua itu membutuhkan media pembelajaran yang mampu menjembatani inovasi dengan petani. "Saya melihat keberadaan Sinar Tani patut diapresiasi. Di tengah perubahan zaman dan derasnya media digital, Sinar Tani tetap memiliki tempat. Sebab yang dibutuhkan petani bukan hanya informasi yang cepat, tetapi informasi yang benar, berguna, dan bisa diterapkan," katanya.

Puluhan tahun berlalu, tetapi semangatnya tetap sama: memberdayakan petani, mencerdaskan penyuluh, dan ikut membangun pertanian Indonesia. Tabloid itu bernama Sinar Tani. "Bagi saya, kontribusinya dalam membangun SDM pertanian Indonesia luar biasa. Sinar Tani memang jempolan," tegasnya.

Reporter : Gsh
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018