Kamis, 15 November 2018


Tingkatkan Skill, Penyuluh Aceh Lakukan Jambore Penyuluhan

06 Nov 2018, 14:49 WIBEditor : Gesha

Plt Gubernur Aceh mengapresiasi keberhasilan yang dicapai oleh para petani dalam peningkatan produksi berkat penyuluh

Skill Penyuluh Oke, Petani Maju

TABLOIDSINARTANI.COM, Meulaboh --- Kualitas dan kapasitas penyuluh pertanian perlu didukung oleh sistem penyuluhan yang berkualitas, kredibel dan professional.

Seorang penyuluh pertanian harus bisa merubah mindset dalam rangka melaksanakan tupoksi penyuluh. Peningkatan pengetahuan, wawasan dan keterampilan merupakan tanggung jawab penuh dari seorang penyuluh. Menyadari hal tersebut, peningkatan kualitas dan kapasitas penyuluh di Provinsi Aceh maka dilaksanakan Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2018.

Acara tersebut diikuti kurang lebih 3.000 penyuluh dari seluruh Aceh dan berlangsung selama 3 hari (4-6 November 2018) di halaman Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh, Aceh Barat.

Plt. Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah mengatakan struktur perekonomian Aceh masih didominasi tiga sektor utama, yaitu sektor pertanian (29,63 persen), diikuti sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (16,28 persen), serta sektor administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial wajib (9,99 persen).

Besarnya dominasi pertanian atas perekonomian di Aceh juga memberikan hasil kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Namun secara mikro ada persoalan yang sangat fundamental menyangkut kesejahteraan petani. "Pendapatan petani relatif lebih rendah dibandingkan pendapatan penduduk di sektor industri, pengolahan maupun jasa," bebernya.

Hal ini dikarenakan para petani secara umum melakukan usaha tani hanya sebatas on-farm saja, sedangkan off-farm banyak dilakukan oleh pelaku industri.

Karenanya, Program Aceh Meugo dan Aceh Troe harus mampu dimaknai oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh melalui peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian dan perkebunan, dengan mengelola sumberdaya alam dan sumber daya manusia melalui intensifikasi dan ektensifikasi dengan menggunakan inovasi teknologi dan mekanisasi.

Plt Gubernur Aceh juga berpesan agar penyuluh jangan hanya terpaku pada peningkatan produksi. Sebab Penyuluh pertanian masih dituntut untuk meningkatkan perannya dalam mengembangkan dan memberdayakan para petani, meningkatkan akses sosial yang dapat memberikan informasi pasar dan teknologi, dan dapat menghasilkan produk yang bermutu serta mampu mengembangkan diri untuk menjadi pengelola usaha agribisnis yang handal dan mandiri.

"Saya berharap, melalui Jambore Penyuluh Pertanian ini, semangat dan upaya mewujudkan hal tersebut dapat segera direalisasikan," tuturnya.

Tumbuhkan Posluhdes

 

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono menyampaikan kegiatan utama ekonomi di perdesaan yang mengandalkan bidang pertanian yang pada akhirnya dapat mendorong perekonomian secara nasional.

"Desa sebagai wilayah sentra produksi pertanian adalah pemasok bahan pangan dan bahan keperluan industri yang perlu diperkuat agar dapat berkesinambungan memainkan peran tersebut," ungkap Momon.

Pengembangan tersebut menjadi landasan dari penumbuhkembangan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Desa atau sering dikenal dengan Pos Penyuluhan Desa/Kelurahan (Posluhdes).

Penumbuhkembangan Posluhdes di desa/kelurahan potensi pertanian diharapkan dapat mempercepat upaya peningkatan kemampuan masyarakat perdesaan khususnya pelaku utama dan pelaku usaha.

 

Karena itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian berkomitmen menumbuhkembangkan Posluhdes. Posluhdes yang merupakan kelembagaan penyuluhan fungsional dan non formal yang dimiliki dan dikelola oleh petani sebagai tempat bertemunya petani dan penyuluh.

 

“Keberadaan Posluhdes sangat berhubungan erat dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bahwa Desa mendayagunakan Lembaga Kemasyarakatan Desa," beber Momon.

Berdasarkan hal tersebut, maka Posluhdes merupakan Lembaga Kemasyarakatan Desa yang dapat diusulkan dibentuk dalam musyawarah desa dan ditetapkan dalam Peraturan Desa.

Tahun ini Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian menargetkan sejumlah 32.000 Posluhdes dapat dibentuk se-Indonesia.

Hal ini mengingat, Posluhdes berperan penting dalam memberdayakan seluruh kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian.

 

Posluhdes dapat sebagai wadah Penyuluh PNS, THL-TB Penyuluh Pertanian, Penyuluh Swasta dan Swadaya serta pelaku utama dan pelaku usaha di perdesaan sebagai tempat berdiskusi, merencanakan, melaksanakan, dan memantau kegiatan penyuluhan dan pembangunan di desa/kelurahan masing-masing.

"Untuk itu, saya meminta Bupati/Walikota se-Provinsi Aceh untuk mendorong Desa/ Kelurahan dapat membentuk Posluhdes," pesan Kabadan.

 

Dan peran Posluhdes bisa dioptimalkan sebagai kelembagaan penyuluhan terdepan dan Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai mitra pemerintah untuk memberdayakan masyarakat perdesaan. (Lely-BPPSDMP)

Reporter : Kontributor
Sumber : HUMAS BPPSDMP

E-PAPER TABLOID SINAR TANI

Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018