Sabtu, 25 Mei 2019


Mahasiswa Polbangtan Yoma Belajar Investasi Saham

11 Jan 2019, 17:36 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa Polbangtan Yoma belajar berinvestasi saham | Sumber Foto:BAYU

Disela-sela kesibukan kuliah, para mahasiswa memantau peluang investasi saham dengan menggunakan perangkat elektronik laptop dan smartphone.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta --- Perkembangan teknologi investasi saham  tenyata menarik minat mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma).

Dengan menyisihkan uang saku bulanan, para mahasiswa ikut terlibat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.

Disela-sela kesibukan kuliah, para mahasiswa memantau peluang investasi saham dengan menggunakan perangkat elektronik laptop dan smartphone.   

Dengan memiliki saham atas suatu perusahaan, berarti kita telah memiliki hak kepemilikan atas perusahaan tersebut.

Nantinya, pada akhir tahun periode pembukuan perusahaan kita juga berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen.

Selain dari hak kepemilikan perusahaan dan pembagian keuntungan, pergerakan harga saham juga menjadi sumber keuntungan lain, jika memposisikan diri sebagai trader saham.

Salah satu mahasiswa Polbangtan Yoma yang mengikuti investasi saham, Siria Emelti menuturkan  kegiatan berinvestasi saham dapat memberikan imbal hasil yang menarik.

Contohnya, pada tahun 2009 harga saham PT. Unilever seharga Rp9.200  dan sekarang 9 Januari 2019 seharganya melambung diatas Rp46 ribu.

"Jadi, jika kita berinvestasi pada tahun 2009 maka imbal hasilnya dalam 9 tahun bertumbuh sekitar 500 persen. Ini bisa jadi karena PT. Unilever produknya banyak bangat disekitar kita," jelasnya.

Contoh lainnya untuk perusahaan bidang pertanian, PT. BISI yang banyak dipakai produknya dalam budidaya tani.

"Pada tahun 2013, harganya sekitar Rp400,00 dan pada hari ini harganya sekitar Rp1.500 setelah 5 tahun. Harga sahamnya bertumbuh hampir 400 persen," tuturnya 

Yosua Kon Putra, selaku koordinator kegiatan tersebut, memamparkan kegiatan berinvestasi sangat membantu mahasiswa untuk menabung mengumpulkan modal yang nanti bisa digunakan untuk berwirausaha pertanian.

"Disini, kita dilatih untuk menjadi seorang investor. Saya juga mengajak teman-teman mahasiswa lainnya untuk menabung saham secara rutin dan berkala, walau dengan jumlah Rp10ribuan," tuturnya.

Selain memposisikan diri sebagai investor, mahasiswa juga berani mengambil posisi sebagai trader saham agar memiliki passive income lebih besar ketimbang menjadi investor saham.

"Sebagai trader saham, maka kita di push untuk memperkuat analisa teknikal dalam melihat peluang pergerakan harga saham tiap detiknya," tuturnya.

Tertarik ikut investasi saham?

Reporter : YK dan BW
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018