Minggu, 18 Agustus 2019


Petani Millenial, Target Penumbuhan SDM Berkualitas

15 Jan 2019, 06:34 WIBEditor : Gesha

Petani Millenial, Target Selanjutnya dalam menciptakan SDM Berkualitas | Sumber Foto:ISTIMEWA

Targetnya adalah pemuda/petani muda, santri tani, petani millenial baik itu usia 19-39 ataupun diatas 40 tahun dengan jiwa milenial, alumni perguruan tinggi maupun kelembagaan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---Generasi milenial terus menjadi target untuk mendongkrak kualitas SDM Pertanian. Program baru ini rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2019 dengan tujuan utamanya yaitu bagaimana untuk menumbuhkembangkan wirausaha muda pertanian. 

“Petani milenial adalah petani yang berusia 19-39 tahun atau yang berjiwa milenial yang adaptif dalam pemahaman teknologi digital, sehingga tidak kaku dalam melakukan identifikasi dan verifikasi teknologi,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono pada acara Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) 2019 di Jakarta (14/1).

Kementerian Pertanian sendiri mempunyai target 1 juta petani milenial yang juga tergabung dalam 40 ribu kelompok, dimana setiap kelompoknya dapat terdiri dari 20-30 orang.

Target ini akan direalisasikan dalam beberapa fokus sektor komoditas pertanian.

Diantaranya tanaman pangan dengan 500 ribu petani milenial. Holtikultura dengan 192.500 petani milenial. Peternakan dengan 167.500 petani milenial. Perkebunan dengan 140 ribu petani milenial 

Persiapan dan sosialiasi hingga monitoring dan evaluasi (monev) akan dilakukan pula untuk penumbuhan dan penguatan petani milenial.

Bantuan prasarana dan sarana pertanian juga akan di berikan oleh Kementan kepada petani milenial.

“Komponen petani milenial dapat memperoleh bantuan dengan catatan dalam bentuk kelompok, namun tidak harus dalam bentuk kelompok tani payung hukum yang akan disiapkan,” ujar Momon.

Ia juga menekankan bahwa dalam program ini targetnya pemuda/petani muda, santri tani, petani millenial baik itu usia 19-39 ataupun diatas 40 tahun dengan jiwa milenial, alumni perguruan tinggi maupun kelembagaan. 

Program ini juga akan disinkronkan dengan program unggulan Kementan lainnya seperti SERASI.

“Sebagai contoh untuk di daerah Sumatera Selatan padi di lahan rawa akan menjadi fokus komoditas utama. Namun, disamping itu juga komoditas lainnya seperti unggas, kopi, karet yang diharapkan pula ada usaha bersama yang menanganinya,” bebernya.

Sumatera Selatan sendiri telah diidentifikasikan untuk jumlah petani milenial 125 ribu petani milenial dengan target lahan rawan 250 ha.

“Tidak sulit untuk Sumatera Selatan karena dengan target 1 petani 1 ha dapat mencetak petani millenial sebanyak 250 ribu orang,” lanjutnya.

Tidak hanya di Sumatera Selatan, pemetaan zona kawasan petani milenial dilakukan untuk 16 provinsi lainnya dengan jumlah dan jenis komoditas utama yang berbeda.

Tentunya hal ini disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada.

Untuk Januari 2019 sendiri indentifikasi petani milenial akan selesai di wilayah Sumsel, Kalsel dan Jabar, sementara untuk provinsi lainnya akan selesai pada minggu kedua bulan Februari 2019.

Verifikasi dan penetapan kelompok petani milenial selesai pada akhir Februari 2019, serta pembekalan/bimtek/ workshop ditargetkan akan selesai pada Maret 2019.

 

Kaban PPSDMP juga menekankan bahwa program ini jangan dianggap sulit.

“Prioritas utama adalah memanfaatkan kelompok tani yang ada, kemudian dapat membentuk usaaha bersama. Seperti uji coba saya di Muara Telang 1100 petani adalah petani yang ada ditambah petani muda yang bergerak dalam program padi," tambahnya pada akhir pemaparan. 

Reporter : Putri Yudhia
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018