Selasa, 21 Mei 2019


Sambut Tahun Sumberdaya Manusia, Berikut Upaya Kementan

15 Jan 2019, 16:37 WIBEditor : Gesha

Pelatihan dan pendidikan vokasi menjadi kunci penting menciptakan SDM Pertanian mumpuni | Sumber Foto:ISTIMEWA

BPPSDMP sudah on the track melakukan beragam strategi untuk pengembangan sumberdaya manusia pertanian

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Tahun 2019 telah ditetapkan sebagai tahunnya pembangunan sumberdaya manusia. Tak terkecuali Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang sudah melakukan beberapa upaya.

"Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam arahannya menekankan dua kunci untuk pengembangan SDM yaitu Revitalisasi pendidikan vokasi dan mempersiapkan tenaga kerja (pekerja) di sektor pertanian yang berbasis vokasi," tutur Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Momon Rusmono dalam Rapat Teknis Perencanaan (Ratekcan) BPPSDMP di Bogor, Selasa (15/1).

Dua agenda inilah yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk strategi pengembangan SDM yang dilakukan Kementerian Pertanian.

Mulai dari transformasi pendidikan dengan mengubah dan menaikkan kelas Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dengan beragam program studi pertanian terapan.

"Sudah ada 6 Polbangtan yang terbentuk dari yang sebentar lagi ada 3 SMKPP (Kupang, Banjarbaru dan Sembawa) yang akan ditransformasi menjadi Polbangtan. Ditambah 1 Politeknik Enjineering Pertanian Indonesia (PEPI) yabg akan berlokasi di Serpong, Tanggerang," beber Momon.

Sehingga dari target transformasi pendidikan akan menghasilkan 10 Polbangtan yang bisa menghasilkan SDM Pertanian yang tangguh. 

Momon menambahkan transformaai pendidikan ini tidak selesai jika tidak dilakukan perbaikan sistem pendidikannya.

"Karenanya, Kita perbaiki sarana prasarananya, perbaiki silabus (kurikulumnya), mengembangkan teaching factory dan mengembangkan dunia usaha dan dunia industri. Sehingga dihasilkan lulusan dari proses pembelajaran yang siap kerja dan jadi wirausahawan," jelas Momon.

Upaya lainnya yang dilakukan BPPSDMP adalah dengan mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di semua subsektor.

Selain itu, kita juga lakukan proses-proses pelatihan sertifikasi baik untuk keterampilan maupun profesi. "Kita kerjasama dengan LSPro non Government dan dunia usaha dan Industri," tuturnya.

Pelatihan pun nantinya akan diarahkan pada pelatihan vokasi. Salah satunya dengan menumbuhkembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).

Dukungan Eselon 1

Momon sempat menyebutkan jika setiap kegiatan SDM akan didukung oleh eselon 1 lainnya sehingga bisa mengganggarkan kegiatan untuk bimbingan teknis (Bimtek), pelatihan dan workshop untuk petani atau gapoktan.

"Pelatihan misalnya, tetap dilakukan oleh BPPSDMP, tetapi bimtek, workshop dan lainnya boleh dilakukan oleh eselon 1 lainnya;" tukasnya.

Karenya, setiap program di lingkup Kementerian Pertanian, dibarengi dengan pembekalan, pelatihan, workshop.

"Sehingga yang menerima bantuan mempunyai kompetensi untuk melakukan program-program yang diterapkan Kementan. Dan diharapkan bisa berkelanjutan," tutur Momon mengakhiri.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018