Senin, 18 Februari 2019


Magang dan Branding, Kunci Keberlanjutan SDM Milenial

18 Jan 2019, 15:55 WIBEditor : Gesha

Magang dan Branding petani milenial bisa meningkatkan minat dan keberlanjutan petani milenial | Sumber Foto:ISTIMEWA

Upaya magang dan branding bisa menarik minat lebih besar lagi di masa depan sehingga proses regenerasi petani bisa lebih mudah.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Sebagai direktorat teknis, Dirjen Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto menyambut baik Gerakan Tani Millenial. Namun dirinya menekankan pentingnya magang dan branding para generasi ini agar menjamin keberlanjutannya di masa depan.

Salah satu program andalan dari Ditjen Tanaman Pangan yang akan melibatkan generasi millenial adalah Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yang akan dimulai di lahan seluas 500 ribu hektar. 

“Kami libatkan mereka karena jika penggeraknya yang muda ini, bergeraknya jauh lebih cepat karena memang mereka inilah berani ambil resiko, energinya tak terbatas dan responsif terhadap teknologi,” bebernya. 

Namun, dirinya mengingatkan untuk keberlanjutan program Gerakan Tani Millenial ini sebaiknya dilakukan dengan sistem magang dan branding.

Bahkan bisa menarik minat lebih besar lagi di masa depan sehingga proses regenerasi petani bisa lebih mudah.

Program magang ke dunia usaha maupun dunia industri harus dipilih untuk meningkatkan kompetensi mereka.

“Daripada hanya latihan di dalam ruangan saja, mereka lebih suka untuk dilibatkan dalam magang dan merasakan langsung. Jadi lebih baik magang,” tegasnya.

Salah satu branding bisa ditempuh adalah dengan lomba Tani Millenial secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia. 

“Apalagi kalau ditargetkan 40 ribu kelompok tani millenial se Indonesia. Ini jadi kekuatan besar yang mampu menggerakkan pertanian di masa depan. Mereka yang muncul ini akhirnya menjadi contoh bagi yang lainnya, diberikan bantuan untuk bisa sama-sama saling menggerakkan,” tukasnya.

Aspek promosi dan publikasi dari generasi tani millenial juga harus dilakukan mengingat generasi ini merupakan generasi yang haus akan eksistensi diri dan menunjukkan kompetensinya. 

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018