Selasa, 22 Oktober 2019


Lancarkan Vokasi Polbangtan Melalui TeFa

28 Jan 2019, 17:22 WIBEditor : Gesha

Dunia usaha dan dunia industri mendorong TeFa di Polbangtan untuk menjadi andalan vokasi pertanian | Sumber Foto:ISTIMEWA

Pembuatan teaching farm (TEFA) yang sesuai dengan SOP dunia usaha dan dunia industri di Polbangtan masing-masing.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pendidikan vokasi kini tengah menjadi andalan untuk menciptakan sumberdaya manusia yang mumpuni di berbagai negara. Di Indonesia, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) tengah melancarkan aksinya melalui Teaching Factory.

"Jerman  berhasil mengembangkan sekolah vokasi karena mengambil sistem Pendidikan Sistem Ganda dimana pendidikan kejuruan umumnya berlangsung di perusahaan dan disertai dengan pelajaran di sekolah kejuruan dengan porsi 70 persen melakukan praktek di perusahaan dan 30 persen belajar di sekolah kejuruan," tutur tenaga ahli KADIN Jerman di bidang vokasi pertanian, Andreas Gosche pada pertemuan yang digagas Ketua Pendidikan Vokasi Pertanian KADIN, Anton Supit, Jakarta, Jumat (25/1).

Di Indonesia sendiri, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa politeknik pembangunan pertanian (Polbangtan) yang berada di bawah pengelolaan Kementerian Pertanian kini sudah berada di jalurnya dan serupa dengan di Jerman.

Tetapi pada perusahaan dan industri yang letaknya jauh dari Polbangtan, pelaksanaan praktek tidak bisa dilakukan sepenuhnya di perusahaan tetapi pada teaching farm (TeFa) yang dimiliki Polbangtan. Meskipun di akhir proses pembelajaran (magang/PKL akhir) dilakukan di perusahaan.

"Kita siasati dengan pembuatan teaching farm (TEFA) yang sesuai dengan SOP dunia usaha dan dunia industri di Polbangtan masing-masing,” tukas Board of PISAgro, Wisman Jaya yang juga hadir dalam acara tersebut.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton Supit juga menyampaikan bahwa KADIN akan mendorong dunia usaha dan dunia industri agar membuka pintu seluas-luasnya agar bisa menjadi tempat praktek sekolah vokasi di Indonesia, khususnya sekolah vokasi Pertanian. 

Reporter : Bayu/Tia
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018