Senin, 22 April 2019


Tingkatkan Minat Konsumsi Sayur pada Anak melalui Hidroponik

06 Peb 2019, 08:24 WIBEditor : Gesha

Hidroponik cara mudah ajak anak bangkitkan minat konsumsi sayuran | Sumber Foto:TUNAA HIJAU

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Barito Timur --- Anak-anak memang terkadang sulit diajak untuk mengkonsumsi sayur mayur. Tetapi, penyuluh di BPP Dusun Timur, Kab Barito Timur punya trik tersendiri.

Menurunnya tingkat konsumsi sayuran hijau pada anak-anak menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan gizi bagi pertumbuhannya.

Seringkali orangtua terkecoh dengan tawaran iklan yang menyarankan pemberian vitamin atau suplemen yang katanya dapat menggantikan sayuran.

Tetapi belum mengetahui efek jangka panjangnya. Padahal, sayuran segar tentunya jauh lebih bagus untuk dikonsumsi.

Itulah yang mendasari Koordinator Penyuluh di BPP Dusun Timur, Kab. Barito Timur Kalimantan Tengah, Lukmanul Chakim dan rekan penyuluh lainnya untuk memberikan pendidikan dan pengetahuan tentang sayuran sebagai langkah awal untuk mengajak anak-anak menyukai sayuran. 

"Dimulai dengan memperkenalkan sayuran dengan menanam sayuran hidroponik secara sederhana di lingkungan rumah atau sekolah. Upaya ini sekaligus menarik minat generasi muda untuk mencintai dunia pertanian," ungkap Lukman. 

Upaya ini dimulai dengan urban farming dan dunia pertanian hidroponik kepada generasi milenial di SDN 03 Tamiang Layang.

Dengan menanam sayuran hidroponik sederhana di dalam nampan bekas, botol bekas, talang air, pipa paralon dan bahan yang lainnya, anak-anak menjadi semangat untuk menunggu saat dimana mereka dapat memanen dan mengkonsumsi sayuran tersebut.

"Tentunya anak-anak diberikan tanggung jawab untuk merawat sayuran tersebut. Kita pun dapat mengajari sampai pada pengolahan hasil dengan memasak bersama. Pada saat makan bersama kita dapat memberikan rasa bangga pada diri anak bahwa hari ini kita makan hasil prestasi dan ketekunan anak," kata Lukman.

Jenis sayuran yang paling mudah dipelihara secara hidroponik yaitu Komoditi Hortikultura seperti bayam, kangkung, pakcoy (sawi daging), lettuce ( selada), bayam merah dan lain-lain.

Umur tanaman ini tidak lebih dari 30 hari sudah dapat dipanen, mudah dalam memelihara dan sayuran yang cukup sering dikonsumsi.

"Semoga dengan adanya kegiatan dan upaya seperti ini mampu menarik minat generasi milenial kepada sektor pertanian di Kabupaten Barito Timur Kalteng khususnya dan skala Nasional umumnya," harap Lukman.

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018