Sabtu, 19 Oktober 2019


Harapan Baru, 14.924 orang THL-TBPP Berhak Ikuti Tes PPPK

11 Peb 2019, 23:46 WIBEditor : Gesha

THL-TBPP menjadi ASN melalui jalur PPPK | Sumber Foto:ISTIMEWA

THL-TBPP yang akan mengikuti tes PPPK merupakan bibit SDM terbaik dengan pengalaman pertanian yang tidak perlu diragukan lagi.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Perjuangan THL-TBPP untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kini punya harapan baru lewat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tak tanggung-tanggung 14.924 orang berhak mengikuti tes.

"Tolong kawal dengan baik saudara-saudara kita itu (para THL TBPP) supaya lolos tes," pesan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam Sosialisasi Pengadaan ASN melalui PPPK untuk THL-TBPP Kementerian Pertanian, Senin (11/2).

Menurutnya, THL-TBPP yang akan mengikuti tes PPPK merupakan bibit SDM terbaik dengan pengalaman pertanian yang tidak perlu diragukan lagi.

"Kalau mau fair, mereka ini yang diatas 35 tahun paling hebat karena pengalamannya lebih dari 10 tahun bersama petani. Ini sudah professor," tambahnya.

Untuk diketahui, pengadaan ASN PPPK Tahap 1 ini diperuntukkan bagi jabatan Guru, Tenaga Kesehatan, dan Dosen Perguruan Tinggi Universitas Baru serta Penyuluh Pertanian.

"PPPK untuk jabatan Penyuluh Pertanian berasal dari THL-TBPP Penyuluh Pertanian, Tenaga Kontrak Pendamping Perkebunan, Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, POPT-PHP, Penyelia Mitra Tani dan Inseminator. Tentunya dengan Kompetensi Pendidikan Bidang Pertanian," beber Kepala Pusat Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Momon Rusmono.

Kementerian Pertanian telah mengusulkan Jabatan Penyuluh Pertanian sebanyak 17.691 orang THL lingkup Kementerian Pertanian untuk formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK.

Dari hasil validasi ternyata yang memenuhi persyaratan sebanyak 14.924 orang. "Validasi ini bersama KemenPAN RB bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN)," tambah Momon

THL-TBPP bisa melakukan pendaftaran PPPK tersebut dilakukan sejak tanggal 11 Februari-16 Februari 2019. Sedangkan tes CAT (tes berbasis komputer) akan dilakukan pada tanggal 23-24 Februari 2019.

"Nanti tanggal 1 Maret 2019 akan diumumkan hasil penerimaannya (lolos seleksi PPPK)," tutur Momon.

Lebih lanjut Momon menuturkan bagi THL-TBPP yang belum lolos PPPK, BOP dan Honorariumnya akan tetap dibayarkan oleh Kementerian Pertanian untuk Penyuluh Pertanian.  "Tapi saya harapkan bisa lolos sepenuhnya, 100 persen," tegasnya.

Karenanya, Momon berharap agar peluang yang telah diberikan pemerintah ini bisa dimanfaatkan sebaiknya.

Daftar Kolektif
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah menuturkan formasi PPPK ini merupakan momen yang harus dikejar oleh THL TBPP karena memang sudah ditunggu lama.

"Aparatur Sipil Negara itu ada dua yaitu PNS dan PPPK. Khusus untuk PPPK Penyuluh Pertanian adalah jabatan fungsional (jabfung)dan jabatan tinggi Pratama," tutur Siti Munifah.

Untuk memudahkan proses, Kapusluh Siti Munifah menghimbau THL-TBPP mendaftar secara kolektif pada saat pendaftaran PPPK.

"Mulailah membuat grup sejawat, supaya bisa terupload semua, tidak ada yang tertinggal. SK THL kan sama, hanya lampirannya saja yang berbeda," beber Siti Munifah.

Siti Munifah berharap THL-TBPP terus mencoba untuk mendaftar hingga tanggal 16 Februari 2019.
"Kalau tidak bisa siang hari, bisa dicoba di malam hari disaat akses penggunaan internet tidak terlalu padat," tuturnya.

Mengenai kisi-kisi tes yang akan diujikan, Kapusluh Siti Munifah menuturkan beberapa diantaranya adalah program-program Kementerian Pertanian yang selama ini sudah dilakukan penyuluh.

"Jangan takut, jangan menyerah. Jangan lupa juga untuk belajar tentang program Kementan yang sudah Anda lakukan di lapangan. Terus kejar kesempatan. Jangan ditunda!," tutup Kapusluh Siti Munifah.

Reporter : Nur Fajar/Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018