Sabtu, 25 Mei 2019


Penyuluh : Bangga dan Senang, Bila Poktan Binaan Bisa Sukses

13 Mar 2019, 21:21 WIBEditor : Gesha

Penyuluh Pertanian Kabupaten Cianjur merasakan kebanggaan tersendiri jika Poktan yang dibimbingnya sukses | Sumber Foto:LELY

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Perasaan bangga dan turut berbahagia pastinya dirasakan oleh penyuluh yang sudah menghantarkan kelompok binaannya pada kesuksesan.

Seperti yang dirasakan oleh seorang penyuluh pertanian dari Cianjur, Anon Mulidah. Sarjana Agribisnis berusia 48 tahun ini memiliki wilayah binaan desa Cipanas dan desa Sindanglaya, Kabupaten Cianjur. 

"Saya sangat bangga menjadi bagian dari pembangunan pertanian, melihat petani lebih maju, petani bisa menyerap inovasi yang ada dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Anon dengan bangga.

Seluruh duka dalam menjalankan penyuluhan terbayar ketika petani yang ia bina bisa lebih pintar dan mengajak teman-temannya untuk mau berubah dan menerapkan inovasi yang ada. 

Salah satu kelompok tani (poktan) yang berhasil adalah Poktan Mandiri yang fokus membudidayakan letucce. Melalui penyuluhan, pendampingan dalam mengembangkan budidaya lettuce kini poktan Mandiri telah mendeklarasikan kampung Bengkong dimana poktan ini berdiri sebagai kawasan letucce.

Selain itu ada juga Poktan Bunga Lestari yang membudidayakan tomat ungu. Tak hanya itu, poktan Bunga Lestari juga membudidayakan lele organik segar dan meningkatkan nilai tambahnya menjadi nugget dan bakso lele.

Buah manis tersebut dirasakan Anon setelah dirinya mendorong petani di wilayah binaannya untuk bergabung dalam kelompok. 

“Sudah saatnya petani diajak untuk berkelompok, sehingga produksi terus berjalan, daya tawar lebih kuat, dan kualitas dapat terjaga” papar Anon.

Persoalan besar saat ini adalah kontinuitas produksi. Sampai saat ini petani terbiasa dilatih untuk memproduksi kualitas tanaman dengan baik, namun belum bisa bersifat kontinyu.

Petani cenderung memproduksi secara musiman, dan menjual tanaman ketika terdapat momen tertentu. Hal itu pun dinilai berpengaruh terhadap daya tawar petani yang menjadi lemah.

Padahal, potensi hortikultura baik sayuran dan tanaman hias asal Cianjur tidak perlu diragukan lagi, bahkan mampu menjadikan Cianjur penyumbang hasil produksi tertinggi dari Jawa Barat.

Hal ini dikarenakan Cianjur memiliki keunggulan dari segi geografis yang memungkinkan pertumbuhan berbagai jenis tanaman subtropis dan tropis sekaligus. Cianjur pun lantas bersanding dengan dua wilayah lain, yakni Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat dalam menyumbang hasil tani dari Jawa Barat.

Asam Garam

Menjadi tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THLTBPP) selama 10 tahun diangkat 2008, banyak pengalaman yang ia telah rasakan.

Mulai dari membina 3 desa dengan lokasi yang jauh-jauh, honor thl habis untuk transport hingga harapannya yang sempat pupus ketika pengangkatan THL PNS dengan usia maksimal 35 tahun.

Tetapi itu semua tidak menyurutkan semangatnya untuk menjadi penyuluh pertanian. Dirinya terinspirasi dari sosok penyuluh yang mendampingi kakek dan ayahnya yang petani.

Sehingga, setiap asam garam menjadi seorang penyuluh pertanian merupakan bumbu kehidupan dari seorang Anon.

 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018