Selasa, 26 Maret 2019


Berkat Pertanian, P4S Antanan Dikenal Mendunia

14 Mar 2019, 23:37 WIBEditor : Gesha

Dengan pertanian dan kegigihan bertani, Poktan Antanan menjadi P4S Antanan. | Sumber Foto:NATTASYA

Menjadi pusat pelatihan, P4S Antanan juga membuka pelatihan pertanian bagi umum secara gratis.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor ---- Ingin keliling dunia? Yuk Geluti pertanian !. Tidak Percaya? Tengok saja Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Antanan yang dipimpin oleh Suhandi ini. Berkat pertanian, nama P4S Antanan harum dan dikenal seluruh dunia.

"Kita mulai dari tahun 1975 dan bernama  kelompok tani  Siluman (sisa modal tambah lumayan) kemudian menjadi Poktan Antanan di tahun 1980an. Baru jadi P4S itu sekitar tahun 1995. Dan sesudah ketua P4S sebelumnya (H. Hamid) meninggal, digantikan generasi kami," tutur Ketua P4S Antanan, Suhandi yang ditemui di Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Bogor Selatan.

Nama Antanan diambil dari nama tumbuhan yang meskipun sering diinjak manusia tetapi tetap hidup dan bermanfaat. “Komoditi unggulan dari kami memang berubah-ubah. Dulu tahun 1975, awal terbentuk Kelompok Tani Antanan, komoditinya pepaya, talas bogor, jahe gajah, buncis Perancis. Kesini-sini kita mulai Pupuk Organik Bokashi, Salak Slebor dan Lidah Buaya,” tutur Suhandi.

Untuk pupuk Bokashi, bisa dibilang P4S adalah pelopor dari penggunaan pupuk organik tersebut. Suhandi mengaku bangga menjadi petani karena bisa berkeliling Indonesia berkat bertani. Dengan bertani memberikan peluang yang lebih besar lagi.

Bahkan beberapa kenalannya sampai resign dari pegawai bank. “Kalau jadi pegawai paling hanya bisa keluar kota karena dinas. Sedangkan kalau jadi petani (yang sukses) bisa keliling Indonesia bahkan dunia,” tukasnya.

Suhandi sendiri tidak menyangka bisa naik kelas menjadi P4S. "Orang bilang, kami termasuk kelompok tani yang maju dan mau berlatih disini untuk bertani. Malah sering bolak balik kesini untuk belajar," tuturnya.

Sejumlah perguruan tinggi dan sekolah telah menjalin kerja sama dan menjadikan P4S Antanan  sebagai tempat magang para mahasiswa dan pelajar. Bahkan setiap bulan dan minggunya ada pelajar dan mahasiswa yang magang disana.

Tak hanya dari dalam negeri, petani dari beberapa negara lain pun pernah berkunjung ke P4S Antanan. Sebut saja dari Gambia, Jepang, Malaysia, Filipina. "Dari Kementerian Pertanian (Kementan) kalau ada tamu, biasanya kunjungan kesini," tuturnya.

Menjadi pusat pelatihan, P4S Antanan juga membuka pelatihan pertanian bagi umum secara gratis. "Terbuka. Silahkan mampir. Belajar kan boleh dimana saja. Disini juga bisam ketimbang jalan jalan ke laut. Mending kesini dapat ilmu. Gratis !," tegasnya.

Dirinya menyediakan tempat menginap dan makan ala pedesaan, ongkos menuju P4S ditanggung oleh peserta. "Kita juga ada asramanya, jadi kalau ada rombongan lebih dari 20 orang bisa disiapkan. Sistem belajarnya di saung dan kebun," tuturnya.

Tak hanya teknis bertani yang diajarkan di P4S Antanan, filosofi pertanian dan menjadi bertani juga diajarkan disini. Termasuk memperdalam spiritual keagamaan. Kunci sukses untuk menjadi petani, yaitu Ikhlas melakukan segala sesuatunya hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Jangan melihat dari uangnya. Kuncinya Ikhlas dan Sabar. Masalah untung dan rugi bukan urusan saya. Ikhtias saya adalah berusaha bertani. Kalau udah gitu plong. Kalau mindsetnya uang, uang, uang, Pusing!,” tegasnya.

 

 

Reporter : Cha/Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018