Rabu, 18 September 2019


Ayo Millenials !, Tiru Poktan Macakal yang Tembus Luar Negeri

19 Mar 2019, 09:29 WIBEditor : Gesha

Poktan Macakal kian eksis dengan semangat millenial dan tanggap akan teknologi | Sumber Foto:LELY

Melalui pola pertanian sinergi poktan ini mampu memproduksi sayuran yang menembus kelas supermarket hingga ekspor.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bandung Barat --- Punya kreativitas dan mampu memanfaatkan peluang adalah ciri khas generasi millenial yang bisa harus terus diasah, terutama bagi petani millenials. Seperti dilakukan oleh Poktan Macakal yang kini berhasil menembus pasar luar negeri dengan bermitra bersama eksportir.

Poktan yang dibentuk pada tahun 2016 ini beranggotakan 60 anggota dengan range usia 25-40 tahun ini mampu membuktikan eksistensinya melalui dunia pertanian.

Melalui pola pertanian sinergi poktan ini mampu memproduksi  sayuran yang menembus kelas supermarket hingga ekspor.

Pola sinergi yang dimaksud adalah bermitra dan membangun kerjasama antara petani dengan pihak terkait baik perbankan maupun akademisi. 

Tomat beef dan baby buncis menjadi produk andalan dari poktan Macakal. Produksi  baby buncis saat ini per hari mencapai 3-5 kuintal dengan harga Rp.15.000/kg.

Sedangkan tomat beef 150 kg/hari dengan harga Rp.12.000- Rp. 15.000/kg. 

Untuk pemasaran, selain pemasaran langsung dari  anggota dan mitra kelompok, Poktan Macakal telah bermitra dengan  eksportir Alamanda, Amazing Farm, Corona, Yang Fruit, Raja Farm, Bimandiri dan Sentra Panen Raya.

Ketua Kelompok Tani Macakal, Triana  menyatakan para petani yang berada di sekitar Desa Cibodas  siap memajukan pertanian melalui berbagai inovasi.

"Kami membutuhkan  dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak lain sangat dibutukan. Sesuai perkembangan yang ada, kami juga harus merubah pola fikir dan perilaku dalam berbudidaya. Contonya kami sudah melakukan mekanisasi pertanian, menggunakan teknologi, menentukan market oriented produk. Tak hanya itu pola transaksi dalam memasarkan produk pun sudah melalui online, mengikuti generasi milenial," beber Triana.

Kesuksesan mereka tidak terlepas dari pembinaan dari Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian yang mendampingi dari hulu, kemitraan, hilir hingga pemasarannya.

Penyuluh Pertanian yang mendampingi Poktan Macakal, Ferry menyatakan, Bandung Barat memiliki potensi pertanian yang tinggi. Dengan lahannya subur dan pengelolaan efisien secara efisien tidak menutup kemungkinan hasil produksi akan meningkat setiap tahunnya.

Hal ini dapat diraih melalui pola bertani tumpangsari, ramah lingkungan serta penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP).  “Usaha mereka tidak sia-sia pada tahun 2018, poktan Macakal meraih juara dua Teknologi Pertanian tingkat Provinsi Jawa Barat”, ungkap Ferry.

Tak hanya meningkatkan pendapatan anggotanya semata, saat ini poktan Macakal  melakukan kerjasama  dengan Dompet Dhuafa dengan digulirkannya  dana hibah untuk sewa lahan seluas 1.2 ha selama 2 tahun berikut saprodinya.

Saat ini luasan 1.2 ha ditanami komoditi sayuran yang di kelola oleh 12 orang petani dengan kriteria buruh tani, petani penggarap kebun di hutan serta petani kecil yang tidak mempunyai modal. 

Diakhir wawancara Ferry mengharapkan kesuksesan yang diraih oleh poktan Macakal mampu memotivasi dan menumbuhkan minat bakat generasi muda terhadap pertanian.

"Untuk kalian yang mengaku generasi millenial sudah saatnya menunjukkan eksistensi salah satunya melalui dunia pertanian," tegas Ferry.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018