Selasa, 23 April 2019


Petani dan Santri Tani Cianjur Ketiban Rejeki

20 Mar 2019, 22:46 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan apresiasi pada petani muda di Kabupaten Cianjur untuk bisa terus bertani | Sumber Foto:TIARA

Tahun 2019 ini, Kabupaten Cianjur mendapat total bantuan dari pemerintah sebesar Rp 484,1 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp 389,4 miliar.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Bagai ketiban durian runtuh, petani  dan santri tani di Kabupaten Cianjur. Bukan hanya didatangi Menteri Pertanian, Andi Amran, namun juga mendapat banyak bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Bantuan pada petani dan santri tani di Kabupaten Cianjur berupa benih tanaman pangan (padi, jagung, kedelai) untuk 26,3 ha; benih tanaman hortikultura (bawang putih, kangkung, cabai rawit, manggis, jagung) untuk 390 ha; 200 ribu batang bibit kopi arabika; Day Old Chicken (DOC) sebanyak 691.650 ekor dan kandang; ayam 6 ribu ekor; traktor roda dua 38 unit; dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) 2 kelompok.

Bantuan tersebut diberikan Menteri Amran pada acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementan 2019 di Cianjur, Rabu (20/3).

Tahun 2019 ini, Kabupaten Cianjur mendapat total bantuan dari pemerintah sebesar Rp 484,1 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp 389,4 miliar.

“Salah satu kendala adalah SDM yang belum optimal dan rendahnya animo generasi muda dalam menggeluti sektor pertanian. Kami mendukung sepenuhnya inovasi dan program Kementan dalam meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Cianjur (melalui generasi muda),” ungkap Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Menurutnya program Kementan sesuai dengan visi Kabupaten Cianjur yakni Cianjur lebih maju dan agamis. Maju dalam artian memajukan sektor pertanian sebagai penopang perekomian masyarakat Cianjur.

Generasi Muda

Menteri Amran sendiri cukup concern dengan anak muda yang berkeinginan menggeluti dunia pertanian. Salahsatunya, Jatu Barmawati dari Agriculture Youth Community (AYO).

Hadir yang hadir pada acara ini menceritakan kegiatan petani muda pada komunitasnya. Jatu yang juga merupakan eksportir beberapa komoditas pertanian dengan sistem bermitra dengan petani.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, Menteri Amran memberikan bibit manggis pada Jatu untuk lahan seluas 10 ha.

Selain Jatu masih banyak petani lainnya, terutama petani muda dan santri tani yang diberikan bantuan oleh Menteri Amran sebagai bentuk dukungan pertanian di kabupaten ini.

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018