Selasa, 23 April 2019


Peningkatan Mutu P4S Diperlukan untuk Hasilkan Petani Mandiri

21 Mar 2019, 08:41 WIBEditor : Gesha

P4S harud ditingkatkan dan dibina untuk menciptakan petani mandiri | Sumber Foto:ISTIMEWA

Upaya penguatan kelembagaan pelatihan swadaya dapat dilakukan sesuai dengan latar belakang pembentukannya dengan mengarahkannya untuk mencetak lebih banyak kader-kader petani terdidik.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) secara langsung berperan aktif dalam pembangunan pertanian, khususnya penciptaan petani mandiri. Karenanya, peningkatan mutu P4S harus digencarkan.

“Keberadaan P4S merupakan bagian dari pembangunan pertanian atau perdesaan dan dilakukan dengan mengerahkan segala sumberdaya. P4S juga menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia pertanian, khususnya petani dan masyarakat perdesaan,” beber Ketua Forum Komunikasi P4S Nasional, Suhandi.

Lebih lanjut Suhandi menjelaskan P4S merupakan orang-orang pilihan yang dengan kesadaran sendiri mau menularkan ilmunya kepada orang lain. “Meskipun tidak dibina (langsung), kita sudah jalan sendiri. Apalagi jika dibina,” tuturnya.

Suhandi menuturkan pembinaan P4S harus tetap dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas P4S dalam menyelenggarakan dan/atau melaksanakan pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat perdesaan.

“Pembinaannya harus dilakukan secara holistik tak hanya teknologi saja tetapi bagaimana di perdagangan (pemasaran). Misalnya kirim hasil pertanian bagaimana caranya sampai ke konsumen dengan baik. Bisa terdistribusi dengan adil,” tuturnya.

Kepala Pusat Pelatihan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Bustanul Arifin Caya menuturkan pihaknya sudah mengembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang sekarang sudah ada 1147 kelompok.

“Secara kuantitas memang banyak, tinggal bagaimana kualitasnya juga bisa seragam (bagusnya). Bahkan bagaimana mempublikasikan ke publik agar P4S ini bisa dikerjasamakan dengan pihak lainnya salah satunya Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dimana P4S serupa dengan Balai Latihan Kerja (BLK),” beber Bustanul.

Untuk mengefektifkan peran P4S dalam mengentaskan kemiskinan di perdesaan, upaya penguatan kelembagaan pelatihan swadaya dapat dilakukan sesuai dengan latar belakang pembentukannya dengan mengarahkannya untuk mencetak lebih banyak kader-kader petani terdidik.

P4S perlu mendapat penguatan berupa fasilitasi dengan pendampingan usaha agribisnisnya, dalam bentuk pelatihan kepemimpinan dan manajemen serta pelatihan/permagangan teknis dan kewirausahaan, akses modal dan pasar.

Kemudian dari aspek keswadayaan, perlu diberdayakan pengelolanya agar mampu mengembangkan informasi teknologi tepat guna dan spesifik lokalita dan melakukan desiminasi teknologi.

P4S berciri khas sebagai lembaga pelatihan/permagangan, perlu diperkuat agar dapat menjadi lembaga pelatihan secara terstruktur dengan mengembangkan kurikulum, modal, silabus dan paket-paket pembelajaran sesuai potensi komoditas yang dikembangkannya.

Lebih dari itu perlu diberdayakan dengan memberikan pelatihan teknis agribisnis sesuai kekhasan P4S tersebut.

Inkubator Bisnis Millenial

Di masa kini, P4S juga diharapkan menjadi bentuk inkubator bisnis bagi petani millenial. Inkubator Agribisnis sangat diperlukan guna mendukung perkembangan petani muda dalam berwirausaha.

Sebelum Kegiatan Inkubasi di P4S dilaksanakan, pengelola/instruktur P4S terlebih dahulu melakukan magang di Taman Teknologi Pertanian (TTP).

Teknologi yang telah lulus uji kelayakan di TTP diserap oleh pengelola/instruktur P4S melalui magang dan selanjutnya disajikan dalam media pembelajaran. 

Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya sebatas transfer teknologi, tetapi juga melalui pendampingan bagaimana penerapannya di tingkat petani.

Selanjutnya adalah pelaksanaan transfer teknologi melalui inkubasi yang dilakukan selama 1 bulan.

Pesertanya adalah Petani Muda Wirausaha yang telah menguasai teknologi pertanian kemudian akan dikembangkan dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi. 

Peserta juga akan memperdalam ilmu pemasaran, pendanaan dan kewirausahaan dikaitkan dengan perhitungan kelayakan usaha yang akan dikembangkan.

Selama proses inkubasi peserta wajib mengikuti dan mempraktekkan setiap aktivitas yang dilakukan oleh P4S, serta mengulangi aktivitas tersebut sampai akhirnya terampil dan mahir dalam menerapkan teknologi tepat guna yang direkomendasikan dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, nilai tambah dan pendapatan petani. 

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018