Saturday, 22 February 2020


Pondok Pesantren Optimis Cetak Santri Tani Milenial

27 Mar 2019, 12:13 WIBEditor : Gesha

Pondok Pesantrem optimis dengan mampu mencetak santri millenial dengan bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak | Sumber Foto:Lely

Kelompok Santri Tani Millenial (KSTM) sebagai media organisasi pembelajaran di bidang pertanian dan dapat mengimplementasikan hasil bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti dalam bentuk beternak ayam dipondok pesantren.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Ciamis --- Meningkatnya minat generasi muda pada sektor pertanian memberikan peluang untuk mendorong percepatan pembangunan pertanian. Seperti pondok pesantren yang punya optimisme mencetak santri tani millenial.

Salah satunya adalah Ponpes Al Ulfah, lembaga pendidikan non formal yang didirikan untuk mencetak santriawan dan santriawati berakhlak mulia dan menjadi muslim yang kaffah.

Berada di sebuah lembah (Babakan) yang ada di Dusun Karanganyar Rancah Ciamis ponpes ini memiliki 250 santri. Ponpes Al Ulfah di pimpin oleh KH Anwar Sanusi bin H Achmad Sobandi yang merupakan sesepuh agama di Kecamatan Rancah Ciamis.

Sampai saat ini ponpes Al Ulfah sudah berkembang baik bangunan fisik maupun lulusan dari ponpes ini sudah menyebar ke seluruh Kecamatan Rancah bahkan diluar kecamatan.

Salah satu Dewan Kyai Ponpes Al Ulfah, Maman Darulzalal menyambut baik program pemerintah untuk meningkatkan minat santi terjun ke dunia pertanian. 

“Pemuda harus kreatif, khusus untuk santri yang menimba ilmu di pondok sudah saatnya untuk meningkatkan kompetensinya  di bidang pertanian. Pertanian ini merupakan ujung tombak dari pembangunan, semua orang membutuhan bahan pangan,” jelas Maman.

Untuk diketahui, Kelompok Santri Tani Millenial (KSTM) sebagai media organisasi pembelajaran di bidang pertanian dan dapat mengimplementasikan hasil bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti dalam bentuk beternak ayam dipondok pesantren.

Ditambahkan oleh Pengurus Ponpes Al Ulfah, Wawan Darmawan yang juga guru di SMP Rancah bahwa di kawasan Ponpes terdapat area pertanian untuk budidaya padi dan sayuran.

Kawasan ponpes juga dikelilingi oleh kolam ikan. Area inilah yang dimanfaatkan oleh Ponpes untuk mengenalkan dunia pertanian kepada para santri. 

“Disaat pertanian mulai ditinggalkan oleh banyak generasi muda, kita sebagai tenaga pendidik harus membuka menjadikan ini sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan  oleh pemuda lainnya. Kami menanamkan kepada para santri, bahwa dengan bertani, santri dapat mandiri dan menghasilkan uang.” papar Wawan. 

Diakhir wawancara mereka menyampaikan bantuan yang diberikan hendaknya disertai dengan pelatihan serta pendampingan baik dari penyuluh maupun Dinas Pertanian.

"Sehingga dari jumlah bantuan kami terima, kedepannya dapat berkembang dan  menjadi peluang usaha tersendiri," tuturnya.

Reporter : Lely
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018