Sabtu, 24 Agustus 2019


Santri Tani Milenial Sumenep Akan Kuasai Teknologi

27 Mar 2019, 23:31 WIBEditor : Gesha

Beragam bantuan khususnya ayam petelur yang diberikan kepada santri tani, dibarengi juga dengan bimbingan teknis yang dilakukan oleh beberapa pihak | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

 

TABLOIDSINARTANI, Sumenep --- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peran serta kaum milenial dalam pembangunan pertanian Indonesia. Salah satu strategi yang ditempuh adalah program Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) yang membidik kaum santri dan generasi milenial yang berbasis di pondok-pondok pesantren dengan penguasaan teknologi dan budidaya pertanian yang mumpuni.

Penguasaan tersebut tentunya harus dibarengi dengan bimbingan teknis yang diberikan kepada mereka. Di beberapa daerah yang menjadi sasaran program KSTM, bimtek tersebut sudah berjalan dilakukan.

Khusus untuk di Pulau Madura, bimbingan teknis peningkatan kompetensi KSTM dilakukan pada empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Sumenep, Sampang, Pamekasan dan Bangkalan.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim ditemani Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, drh. Kresno Suharto serta Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumenep membuka Bimtek KSTM di Pondok Pesantren Mahasinul Akhlaq, Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Gading, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (27/3).

Pelaksanaan Bimtek di Kabupaten Sumenep direncanakan menjangkau  44 KSTM atau sebanyak 440 orang santri tani milenial. Pada tahap pertama peluncuran, sebanyak 13 KSTM atau 130 orang santri tani milenial dari pesantren di wilayah Sumenep.

"Ini adalah awal dari total 40 pondok pesantren yang akan dilatih menjadi KSTM. Saya berharap para santri fokus untuk meningkatkan keterampilan pemeliharaan ayam dan mampu menghadapi tantangan era digital," jelas Busro. Santri diharapkan mampu menguasai teknologi dan menghadapi era digital dengan optimis.

Setelah pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan para santri tani milenial ini dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh, terlebih setelah diberikannya bahan praktek mandiri berupa masing-masing 500 ekor ayam, pakan ayam untuk masa 2 bulan sebanyak 1.000 kg, serta vaksin (obat dan vitamin).

Khusus Kabupaten Sumenep bantuan pada hari ini adalah 6.500 ekor ayam, 13 ton pakan ayam dan 13 paket vaksin/obat hewan. Busro menambahkan Pemasaran telur nantinya tidak perlu dikawatirkan mengingat telur masih dibutuhkan di kota Sumenep, yang selama ini di suplai dari luar kota.

Reporter : Tiara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018