Jumat, 19 Juli 2019


Budidayakan Jambu Merah Getas, Santri Ponpes Al Hidayah Belajar Bisnis

28 Mar 2019, 15:30 WIBEditor : Gesha

Pengurus Ponpes Al Hidayah, Titin (berhijab pink) bersama santri dan santriwati yang diajarkannya berbisnis jambu biji merah | Sumber Foto:lely

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Ciamis --- Miliki lahan yang luas, Pondok Pesantren Al Hidayah Lengkong Sari Ciamis punya cara yang berbeda mendidik santri/santriwatinya untuk terjun berbisnis. Salah satunya dengan budidaya dan mengolah jambu merah getas yang memang disukai pasar.

"Jambu ini tidak mengenal musim, dan selalu berbuah setiap saat. Mengembangbiakannya juga mudah, hanya dengan proses pencangkokan. Hal ini memudahkan kami untuk mengajarkan budidaya jambu getas merah ini kepada para santri. Mereka kami ajak untuk membudidayakannya mulai dari proses pencangkokan,  penyemprotan, perawatan, panen hingga proses pemasarannya," papar Pengurus Ponpes Al Hidayah, Titin.

Pondok Pesantren yang terletak di Dusun Lengkong Sari Bojongsari, Kampung Dewasari, Kecamatan Ciharalang, Cijeungjing, Kabupaten Ciamis ini memiliki lahan 2 hektar yang digunakan untuk budidaya jambu merah getas.

Titin menuturkan jambu merah getas merupakan hasil temuan dari Lembaga Penelitian Getas, Salatiga Jawa Tengah dengan menyilangkan jambu pasar minggu yang berdaging merah dengan jambu biji Bangkok.

Jambu biji khususnya getas merah banyak diminati karena selain rasanya enak juga dapat meningkatkan trombosit darah pada penderita demam berdarah.

Meski rasanya  kurang manis, tetapi jambu ini memiliki hasiat yang baik karena mengandung Tanin, quersetin, glikosida quersetin, flavonoid, minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin yang lebih banyak. 

Tak hanya membudidayakan, Ponpes Al Hidayah berbisnis dengan mengolah jambu biji merah Getas dalam bentuk jus.  Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari jambu getas merah ini.  Hasil penjualan jambu getas merah segar dan jus digunakan untuk operasional ponpes. 

Ponpes yang memiliki 150 santri ini menerapkan biaya bebas biaya untuk seluruh santrinya.

Selain melaksanakan pendidikan setingkat SD, SMP, Ponpes Al Hidayah juga memiliki SMK dengan program studi Teknik Komputer Jaringan dan Agribisnis. Khusus untuk Program studi agribisnis baru didirikan pada tahun  2014 dengan siswa saat ini 65 orang.

Beberapa orang lulusannya ada yang melanjutkan pendidikannya di bidang pertanian, ada pula yang terjun langsung menekuni dunia pertanian. 

Kedepan, Titin berharap adanya pendampingan dan pembinaan dari Dinas Pertanian setempat untuk meningkatkan hasil olahan dari jambu merah getas ini.

Sebelum menutup wawancara, Titin berpesan kepada generasi muda untuk mencintai dan menekuni pertanian. “Kita harus lebih maju dari negara lain, Indonesia memiliki potensi tanah pertanian yang sangat subur, generasi muda harus mengambil peluang untuk memajukan pertanian. Saya yakin dan percaya bahwa sektor pertanian dapat diandalkan untuk meningkatkan taraf kehidupan”, paparnya optimis.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018