Senin, 26 Agustus 2019


Pastikan Jadi Wirausaha Ternak Ayam, 140 orang Santri Ikuti Bimtek KSTM

05 Apr 2019, 16:10 WIBEditor : Gesha

KSTM diberikan bimtek agar menjadikan mereka wirausahawan | Sumber Foto:LELY

Peserta bimtek mendapatkan pengetahuan dan pelatihan tentang cara budidaya ayam mulai dari perkandangan, pemeliharaan ayam, pengelolaan pakan ayam, kesehatan ayam, penanganan panen serta yang tidak kalah penting adalah penanganan limbah.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bekasi --- Setelah beberapa waktu lalu Kementan memberikan bantuan berupa 500 ekor ayam per pondok pesantren (PonPes) di wilayah Jawa Barat kini saatnya para santri dibekali oleh pengetahuan budidaya ayam tersebut melalui Bimbingan Teknis (Bimtek).

Program Kelompok Santri Tani Millenial (KSTM) yang  saat ini sedang digencarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan langkah nyata peningkatan minat generasi muda terhadap dunia pertanian dan menghadirkan wirausahawan baru bidang pertanian di masa depan.

Khusus di Jawa Barat, dua minggu lamanya Menteri Pertanian melakukan roadshow untuk membagikan bantuan 500 ekor ayam per pondok pesantren. Tak hanya membagikan bantuan berupa ayam, Menteri Amran juga membagikan sarana prasarana pendukung lainnya seperti pakan, obat dan lainnya.

Namun, urusan beternak ayam bukanlah perkara yang mudah sebab diperlukan keahlian yang baik untuk bisa mewujudkan mereka menjadi wirausahawan sukses. 

Karena itu, selama dua hari sejak Jumat (5/4) hingga Sabtu (6/4), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) di di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) Bekasi melaksanakan Bimtek KSTM yang diikuti oleh 140 santri KSTM penerima bantuan. 

Peserta bimtek mendapatkan pengetahuan dan pelatihan tentang cara budidaya ayam mulai dari perkandangan, pemeliharaan ayam, pengelolaan pakan ayam, kesehatan ayam, penanganan panen serta yang tidak kalah penting adalah penanganan limbah.

Hadir narasumber yang sangat berkompeten, Widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor mendampingi para santri.  

Tim dari Pusdiktan  yang menjadi panitia Bimtek menjelaskan 140 santri tersebut berasal dari ponpes  Miftahul Abidin, Miftahul Jannah, Darul Muhsinin, An Nur, Darul Mualamah, Al Falah, Miftahul Huda Pakuning, Sironul Munir, Nurul Azhar,Pesantren Motivasi Indonesia, Istana Yatim anurul Mukhlisin, Nurul Huda serta Ponpes Al Fath Jalen.

Diharapkan melalui bimtek ini, pengetahuan para santri millenial di bidang pertanian pada umumnya dan budidaya ayam pada khususnya akan meningkat. Hingga pada akhirnya akan lahir generasi millenial/santri tani millenial yang berahlak dan berdaya saing.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018