Kamis, 14 November 2019


Isotonik Akway, Andalan PWMP Polbangtan Manokwari

03 Mei 2019, 13:06 WIBEditor : Gesha

Isotonik Akway, dari kulit Kayu Akway yang diolah mahasiswa Polbangtan Manokwari | Sumber Foto:Farid

Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang, dan akar dari kayu akway ini terbukti bahwa kayu akway mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari -- Berada nun jauh di timur Indonesia, semangat enterpreneur  sudah merasuk dalam diri mahasiswa mahasiswi Polbangtan Manokwari. Buktinya ada komoditas andalan dari PWMP Polbangtan Manokwari yaitu Isotonik Akway.

Memanfaatkan bahan alam dan kreativitas mahasiswa adalah kunci dari berjalannya usaha PWMP dari Polbangtan Manokwari. Salah satunya dengan memanfaatkan kayu Akway yang memang hanya tumbuh di bumi Papua.

“Kayu Akway ini bermanfaat untuk stamina pria dan menjaga daya tahan. Kita mengolahnya menjadi sebuah minuman segar yang dikonsumsi langsung. Kelompok inovator Isotonik Akway ini adalah Papua Sehat,“ beber pendamping dari Polbangtan Manokwari, Farid Maulana.

Secara sekilas bagi orang awam kulit kayu akway memang mirip dengan kulit kayu manis atau bahkan kayu secang, namun memiliki diameter yang lebih besar.

Dari hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun, kulit batang, dan akar dari kayu akway ini terbukti bahwa kayu akway mengandung senyawa afrodisiak seperti saponin, alkaloid, dan steroid.

Afrodisiak merupakan zat yang dapat digunakan untuk merangsang daya seksual serta meningkatkan hormon testosteron pada pria. Afrodisiak berasal dari bahasa Yunani Aphrodite yang berarti Dewi Cinta. Beberapa tanaman obat yang tumbuh di Indonesia ada yang disebut sebagai Afrodisiak yaitu Tongkat Ali dan Purwoceng.

Secara tradisional dan penelitian, kulit kayunya memang dipakai sebagai obat kuat. Hanya saja, masyarakat Papua tak jarang memanfaatkan tanaman akway untuk penyembuhan sakit pada persendian dan obat kudis. Sementara itu untuk wanita, tanaman ini bermanfaat untuk mengatur jarak kelahiran dan mengurangi rasa sakit saat haid.

Isotonik hasil karya Papua Sehat ini dikemas dalam bentuk botol 350 ml, dan memiliki rasa yang unik karena ada rasa pedas sedikit. Bahkan bagi yang sudah mengkonsumsi dalam keadaan kurang fit, bisa langsung terasa segar.

Farid menuturkan permintaan Isotonik Akway ini sudah banyak hingga ke Medan. “Setiap kita ikut pameran, ini memang best sellernya. Sehingga memang sudah banyak yang tahu dan langsung diborong,” tuturnya.

Reporter : NATTASYA
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018