Rabu, 19 Juni 2019


Hasilkan SDM Berkualitas, P4S Kian Dipromosikan Lewat Agro Training

24 Mei 2019, 12:44 WIBEditor : Gesha

P4S merupakan organisasi swadaya masyarakat yang di kelola kelompoknya secara mandiri dan sudah mempunyai produk unggulan bahkan sampai ekapor dan melakukan pelatihan teknis yang baik. | Sumber Foto:ISTIMEWA

P4S merupakan organisasi swadaya masyarakat yang di kelola kelompoknya secara mandiri dan sudah mempunyai produk unggulan bahkan sampai ekapor dan melakukan pelatihan teknis yang baik.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Tangerang Selatan --- Sebagai bagian dari pencetakan sumberdaya manusia (SDM) Pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) sudah seharusnya terus dipromosikan. Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melakukannya melalui Agro Training.

"Sudah banyak P4S melakukan untuk bangsa, baik produk maupun nilai jasanya bahkan sudah berkembang ke agrowisata. Ini untuk memberikan pengetahuan dan berbagi rasa dengan petani lain serta sangat mengekspose kerjasama P4S dengan pihak terkait," tutur Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan Pertanian, Eka Herrissuparman pada acara Koordinasi Pengembangan Kelembagaan Pelatihan Pertanian Pertanian di Tangerang Selatan, Banten.

Puslatan juga mengeskpose kegiatan P4S baik kegiatan magang maupun pelatihan melalui media sosial, agar termonitor oleh pusat. Manfaat lain dari ekspos melalui media sosial, juga sebagai media belajar bagi seluruh P4S. "Ini sudah jamannya milenial, melalui website, petani atau P4S yang lain bisa mengakses keberhasilan masing-masing dan saling bertukar informasi untuk kemajuan bersama.

 

Sementara itu, Kepala Pusat PPMKP Ciawi, Heri Suliyanto mengatakan selama ini P4S keberadaannya tetap bertahan dan eksis tanpa dukungan pemerintah, karena P4S merupakan organisasi swadaya masyarakat yang di kelola kelompoknya secara mandiri dan sudah mempunyai produk unggulan bahkan sampai ekapor dan melakukan pelatihan teknis yang baik. 

 

Bahkan ada P4S yang dipecaya Kementerian Tenaga Kerja untuk melatih instruktur yang mengajar di balai latihan kerja (BLK). "P4S sebenarnya eksisaensinya sudah bagus, cuma belum terexpose secara masif. Di jaman sekarang ini perlu pemanfaatan teknologi agar keberadaannya bisa diketahui dan terekspose", ujarnya.

 

 

Heri menambahkan, P4S bukanlah kepanjangan tangan dari pemerintah, tetapi keberadaannya sangat bermanfaat bagi instansi lain yang ingin mengembangkan programnya melalui P4S. Sebagai orgainisasi masyarakat petani, Kementan akan lebih mewadahi, mengangkat dan membesarkannya melalui kegiatan Agro Training Expo. 

 

"Dukungan lain berupa fasilitas pembelajaran, membuat kurikulum pembelajaran dan standarisasi pelatihan dan lainnya" ujar Heri.   

 

Reporter : Tiara/ESAPT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018