Minggu, 18 Agustus 2019


Perkuat SDM Pertanian, Tiga Program BPPSDMP Tahun 2019 Jadi Andalan

12 Jun 2019, 15:16 WIBEditor : Gesha

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) punya tiga program andalan. | Sumber Foto:Clara

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Tahun 2019 merupakan awal tahun pembangunan SDM Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) punya tiga program andalan. 

"Kita punya 3 program untuk pengembangan SDM Pertanian guna mewujudkan SDM yang profesional, mandiri dan berdaya saing,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono saat acara Halalbihalal Idul Fitri 1440 Hijriah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (12/6).

Program pertama dari aspek pendidikan. Untuk saat ini Kementan (dalam hal ini BPPSDMP) telah membangun sekolah tinggi berupa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan)

Polbangtan tersebut berada di 6 lokasi, yakni: Medan (Sumatera Utara), Bogor (Jawa Barat), Magelang-Yogyakarta (Jawa Tengah), Malang (Jawa Timur), Gowa (Sulawesi Selatan), dan Manokwari (Papua Barat).

Rencananya kita akan membangun 10 Polbangtan. Untuk saat ini Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia masih dikaji di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Apabila sudah selesai di Kemenkumham,  di bulan September ini akan dibuka penerimaan mahasiswa baru sebanyak 72 orang dari berbagai macam negara karena tarafnya internasional,” jelas Momon.

Polbangtan sendiri tujuannya adalah menghasilkan wirausahawan muda dan siap kerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Makanya lulusan Polbangtan diharapkan dapat menjadi job creator dan job seeker. Tak heran di tahun ini penerimaan mahasiswanya menjadi 1.300 orang, padahal sebelumnya kurang dari 1.000 orang.

“Kita ciptakan wirausahawan muda dan SDM yang siap kerja di dunia usaha serta industri pertanian. Makanya Program Studi yang ada di Polbangtan bukan hanya penyuluhan saja, melainkan ada yang non penyuluhan,” terang Momon.

Program kedua, yakni pelatihan. Jadi untuk meningkatkan kemampuan kerja SDM Pertanian, akan diadakannya pelatihan.

Dengan adanya pelatihan ini nanti akan mendapatkan standarisasi dan sertifikasi kompetensi profesi SDM yang bekerja di bidang pertanian.

“Pelatihannya itu berbasiskan teknis manajemen, sehingga akan tercipta SDM pertanian yang mumpuni. Selain itu, akan ada penumbuhan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya),” tambah Momon.

Program ketiga, penyuluhan. Momon mengatakan bahwa penyuluhan masih menjadi program utama dalam pengembangan SDM Pertanian karena penyuluhan merupakan akar darri terciptanya SDM yang handal.

“Untuk di tahun ini penyuluhan masih tetap berjalan karena ini tugas utama kita. Tetapi di tahun ini yang akan dititikberatkan adalah penguatan kelembagaan petani (korporasi petani) agar kedepannya mereka mampu bersaing di dunia usaha dan industri,” pungkas Momon.

Reporter : Clara
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018