Minggu, 21 Juli 2019


Wujudkan Kelancaran Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Dekon

25 Jun 2019, 22:36 WIBEditor : Gesha

Kepala Pusluhtan, Siti Munifah berharap agar dana dekon yang diberikan ke daerah harus bisa direalisasikan dalam program kegiatan penyuluhan | Sumber Foto:BIMA

Dana dekon tersebut digunakan untuk fasilitas BOP Penyuluh PNS dan honor THL-TBPP (lebih dari 60%), Pengembangan dan penumbuhan posluhdes melalui peningkatan penyuluh swadaya, penguatan balai penyuluhan pertanian dan kegiatan pemberdayaan petani mend

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), khususnya Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) setiap tahunnya menggulirkan dana dekonsentrasi yang bisa dimanfaatkan daerah untuk kelancaran penyuluhan yang bermuara pada pengembangan sumberdaya manusia serta kelembagaan petani. 

Di tahun 2019, kegiatan pengembangan SDM Pertanian melalui kegiatan penyuluhan pertanian diarahkan kepada membangun motivasi petani agar mampu dan mau menerapkan sistem pertanian terpadu dengan teknologi yang direkomendasikan oleh Badan Litbang Pertanian. Termasuk meningkatkan kelembagaan petani serta lembaga ekonomi petani.

"Semuanya untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pangan strategis nasional serta pendapatan dari petani," tutur Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah dalam Konsolidasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Melalui Dana Dekonsentrasi Periode Semester 1 Tahun 2019 di Bogor, Selasa (25/6).

Pusluhtan telah mengalokasikan 3 kegiatan yang menjadi indikator yaitu (1) meningkatnya jumlah petani yang menerapkan pertanian terpadu, (2) Jumlah Kelembagaan Petani yang meningkat kelasnya, (3) Penguatan kelembagaan petani yang menjadi kelembagaan ekonomi petani.

Untuk menjalankan kegiatan tersebut di 34 Provinsi, 514 Kabupaten di seluruh Indonesia, Pusluhtan telah mengalokasikan dana dekonsentrasi (dekon) sebesar Rp 478 Milyar yang bersumber dari APBN.

Dana dekon tersebut digunakan untuk fasilitas BOP Penyuluh PNS dan honor THL-TBPP (lebih dari 60%), Pengembangan dan penumbuhan posluhdes melalui peningkatan penyuluh swadaya, penguatan balai penyuluhan pertanian dan kegiatan pemberdayaan petani mendukung upsus melalui sekolah lapang (SL), kegiatan adaptasi teknologi spesifik lokalita di BPP.

Termasuk kegiatan penumbuhan korporasi petani hingga penyuluhan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Munifah menuturkan dana dekon tersebut menjadi jembatan sinkronisasi antara pusat dan daerah, khususnya dalam kegiatan penyuluhan.

Untuk diketahui, dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006 disebutkan bahwa pemerintah daerah mengurusi 25 urusan wajib serta delapan urusan pilihan.

Sektor pertanian menjadi salah satu urusan pilihan, bersama dengan sektor kehutanan, energi dan sumber daya mineral, pariwisata, kelautan dan perikanan, pariwisata, perdagangan, industri dan transmigrasi, yang dikelola bersama oleh pemerintah pusat dan daerah.

Urusan yang ditangani bersama memerlukan koordinasi dan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan berjalan dengan baik.

Nah, penggunaan dana dekon diserahkan kepada Dinas lingkup Pertanian di Provinsi dan kabupaten/kota untuk menjalankan program-program pusat melalui mekanisme dekonsentrasi.

Kawal Dekon

Mengingat sudah mencapai pertengahan tahun, Siti Munifah mendorong agar daerah mampu merealisasikan kegiatan dalam dana dekon.

"Tidak hanya dari sisi pencairan anggarannya saja, tetapi juga dari sisi pengawalan sampai ke kabupaten untuk realisasi anggarannya," tuturnya.

Pengawalan tersebut bisa dilihat dari sinkronnya data Siluhtan dan Simluhtan, misalnya dengan melihat kelas kelompoktani yang meningkat maka ada kelompok baru yang ditumbuhkan juga.

"Karena kelompok baru ini dibutuhkan juga oleh direktorat teknis sebagai sasaran dari bantuan pemerintah (pupuk, benih dan sebagainya)," beber Munifah.

Kapusluh juga menyarankan kepada Dinas yang membidangi penyuluhan pertanian untuk berperan aktif.

"Begitu direktorat teknis datang di wilayah, semestinya overlay dengan program SL, adaptasi teknologi dan lainnya. Sehingga mengetahui daerah target yang akan didampingi," sarannya.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018