Minggu, 20 Oktober 2019


Penyuluh Pertanian Jangan Keder Dulu Hadapi Tes CAT !

14 Agu 2019, 20:15 WIBEditor : Gesha

Uji kompetensi dengan sistem CAT lebih efektif untuk menilai kompetensi dari penyuluh | Sumber Foto:Pusluhtan

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Uji kompetensi bagi jabatan fungsional penyuluh pertanian kini mulai menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT). Banyak yang malah keder (takut) terlebih dahulu sebelum menghadapi tes. 

"Kita pakai metode CAT karena lebih efisien dan efektif. Sehingga terlihat kompetensinya penyuluh pertanian karena memang soal yang diberikan materi teknis maupun sosial yang biasa mereka hadapi," tutur Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi di sela-sela Bimbingan Teknis Uji Kompetensi Penyuluh Pertanian, Rabu (14/8).

Prof Dedi memahami pastinya akan ada rasa takut dan was-was dalam menghadapi 100 soal selama 90 menit. "Makanya kita adakan bimbingan teknis seperti ini, untuk merefresh kembali mereka dari segi teori hingga psikologis mereka untuk hadapi tes CAT," tambahnya.

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah juga menjamin para penyuluh pertanian mampu menghadapi tes CAT karena substansi soal adalah hal teknis yang biasa dilakukan penyuluh sehari-hari. 

"Kalau yang belum lulus CAT, jenjang kenaikan pangkatnya ditangguhkan namun mereka bisa mengulang (tes). Misalkan dari penyuluh ahli pertama, mau naik ke ahli madya yang seharusnya sudah naik pangkat setelah 3-4 tahun, maka harus nambah (waktu) sedikit," bebernya. Dari Simluhtan tercatat sampai dengan tahun 2019, jumlah penyuluh pertanian PNS mencapai 31.506 orang.  

Jabatan Fungsional

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati menuturkan adanya uji kompetensi tersebut kemampuan penyuluh pertanian dalam mengorganisasi tugas, mengaktualisasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan, kemampuan dialogis dua arah, membangun kemitraan dan jejaring serta mengorganisasikan petani dalam peningkatan kapasitasnya dapat terus meningkat selain profesionalismenya.

Uji kompetensi ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan Dan Pembinaan Jabatan Fungsional Penyuluh Pegawai Negeri Sipil.

Adapun jenjang jabatan fungsional terbagi atas 2 kategori: (1) keterampilan: pemula, terampil, mahir dan penyelia; dan (2) Keahlian: ahli pertama, ahli muda, ahli madya dan ahli utama.

Uji kompetensi ini dilakukan bagi penyuluh PNS dengan kategori: (1) pengankatan pertama kali; (2) pengangkatan perpindahan dari jabatan lain dan penyesuaian/empassing, (3) kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi; (4) perpindahan dari jabatan fungsional kategori keterampilan dalam jabatan fungsional kategori keahlian; dan (5) penyuluhh pertanian yang telah mencapai pangkat puncak baik keahlian dan keterampilan.

Sepanjang tahun 2019, telah dilaksanakan uji kompetensi penyuluh pertanian di lima lokasi dengan total pendaftar 98 orang: (1) BKN Kanreg IV, Makasar  pada tanggal 31 Juli - 1 Agustus 2019 dengan peserta sebanyak 15 orang; (2) BKN Kanreg VI, Medan pada tanggal 31 Juli - 1 Agustus 2019, dengan peserta sebanyak 4 orang; (3) BKN Kanreg I, Yogyakarta pada tanggal 5 -6 Agustus 2019 dengan peserta 47 orang; (4) BKN Kanreg II Surabaya pada tanggal 5 - 6 Agustus 2019 dengan peserta 19 orang; dan (5) BKN Kanreg VIII, Banjarmasin pada tanggal 8 - 9 Agustus 2019 dengan peserta 13 orang.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018