Minggu, 20 Oktober 2019


Mengawal READSI, Penyuluh Dibekali Pelatihan Teknis

10 Sep 2019, 05:54 WIBEditor : Gesha

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah melihat langsung pelatihan TIK bagi penyuluh | Sumber Foto:HUMAS BPPSDMP

TABLOIDSINARTANI.COM, Gowa --- Peningkatan kapasitas penyuluh harus dilakukan setiap saat. Khususnya dalam pelatihan teknis, agar petani mampu memanfaatkan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidupnya.

Seperti yang diungkapkan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian,  Siti Munifah, mengingatkan kepada 60 orang penyuluh pertanian yang berasal dari Kabupaten Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur untuk selalu bekerja secara cepat, kolaboratif dan tanggap TIK pada acara kegiatan Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Pendamping, Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Initiative (READSI) yang dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari mulai tanggal 3-9/9 di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku.

“Keterlibatan penyuluh dalam mengawal program ini sangat besar, untuk itu diperlukan pelatihan agar meningkatkan kapasitas penyuluh dalam pemberdayaan rumah tangga di pedesaan di lokasi program, baik secara individu maupun secara kelompok dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan memanfaatkan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan serta meningkatkan taraf hidupnya," ujar Siti Munifah.

Apabila produktivitas kakao meningkat melalui program tersebut, maka penyuluh secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam mencetak devisa pertanian. “Selama ini kita sudah berhasil swasembada dan ekspor, itu semua tidak terlepas dari kerja keras Penyuluh Indonesia," tegasnya.

Program READSI merupakan program Kementerian Pertanian dengan sumber pembiayaan dari International Fund For Agriculture Development (IFAD) dalam bentuk pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN). Bappenas dan IFAD menilai Kementerian Pertanian telah berhasil dalam menurunkan tingkat kemiskinan petani melalui kegiatan pemberdayaan dan pemanfaatan sumberdaya perdesaan dalam meningkatkan pendapatan di sektor pertanian dan non pertanian secara berkelanjutan. 

Dalam pelaksanaan Pelatihan Teknis ini, BBPP batangkaluku bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan. Sebanyak 18 kecamatan dari 3 kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan menjadi sasaran dari program READSI yang melibatkan 126 kelompok petani potensi tanaman kakao dan tanaman pangan.

Dalam akhir arahannya, Siti Munifah juga menekankan kepada para penyuluh pertanian untuk berusaha melakukan transformasi kelembagan petani (poktan/gapoktan) menjadi korporasi petani yang dibangun di setiap kecamatan dengan harapan terjadinya peningkatan penggunaan jasa keuangan

Reporter : Cha
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018