Thursday, 30 June 2022


Arif Wicaksono, Gurihnya Pasar Lokal Maggot

14 Oct 2019, 06:20 WIBEditor : Ahmad Soim

Arif Wicaksono | Sumber Foto:Ahmad Soim

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor - Harum larva lalat tantara hitam (maggot) usai ‘disangrai’ seperti ebi. “Cobain rasanya seperti ebi,” kata Arif Wicaksono, Lokal Marketing  PT Bio Cycle Indo yang mengekspor larva lalat tentara hitam (maggot) ke Belanda sejak dua tahun terakhir.

Perusahaanya, ungkap jebolan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini setiap mau ekspor maggot selalu melengkapi  sertifikat kesehatan dari Badan Karantina Pertanian (Barantan).  Sampai saat ini perusahaan ini sudah mengekspor sebanyak 13 kali.

Diakuinya ekpsor maggot adalah produk ekspor baru untuk dunia juga Indonesia.   “Peluang ekspor maggot, juga pasar dalam negeri sangat besar, kami belum bisa memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” tambah Arif Wicaksono Lokal Marketing manager PT Bio Cycle Indo mewakili Dirutnya Budi Tanaka.

Media yang dia gunakan untuk beternak maggot adalah bungkil sawit. “Kami sudah bangun pabrik baru di Pekanbaru dan Lampung, yang dekat dengan bahan baku, dan kami bangun pabriknya dengan sistem makanik, tidak lagi manual,” ungkapnya.

Dari maggot kering yang diekspor jelasnya bisa digunakan untuk pakan ikan, anjing dan kucing. maggot bukanlah pakan utama, melainkan pakan subsitusi atau tambahan seperti vitamin.

Limbah dari usaha ini, yakni bungkil sawit bekas beternak maggot diolah melalui fermentasi menjadi pakan ternak sapi dan domba.

Maggot kering itu sudah dikemas oleh perusahaan ini menjadi pakan ‘mewah’ bagi anjing, kucing dan ikan hias. “Pasar lokalnya sangat menantang,” urainya.

Selain itu, maggot mengandung chitosan yang bisa diekstrak. “Perusahaan kami juga mengarah untuk bisa mengekstrak chitosan dari maggot,” tambahnya.

Dried Black Soldier Fly Larvae atau dikenal dengan maggot  laku US$ 4 per kilogram di Belanda.   Pengelolaan maggot untuk komersil dari telur dilakukan sekitar 15 hari. Dari 1 gr telur bisa menghasilkan sekitar 4 kg fresh larva. Dengan harga fresh larva Rp 7 ribu per kilogramnya.  Sedangkan 4 kg fresh larva bisa menghasilkan 700 gram sampai 1,3 kg dried larva.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018