Senin, 18 November 2019


Hijrahnya Sang Rocker Menjadi Inovator Bio-Activator

16 Okt 2019, 13:32 WIBEditor : Ahmad Soim

Admansyah | Sumber Foto:Istimewa

 

 TABLOIDSINARTANI.COM - Tanah adalah rumah bagi tanaman. Apabila rumahnya sehat maka penghuninya juga akan sehat.

 

Prinsip itu dihayati betul oleh Admansyah (55). Dia yakin bila  tanah sehat maka tanaman disitu juga akan sehat,  sebaliknya jika tanahnya kotor atau sakit maka tanamannya juga akan menjadi sakit.

 

“Oleh sebab itu kesehatan tanah harus dikembalikan lagi, kesuburan tanah harus seperti sediakala, karena kesehatan dan kesuburan tanah menjadi faktor terpenting dalam budidaya tanaman untuk mendapatkan hasil panen yang  maksimal,” kata Admansyah. Ia adalah sosok petani Aceh Tamiang yang pada  era 80-an   pernah menjadi seorang vokalis terbaik se – Sumatera pada ajang Music Rock Exhibition yang diselenggarakan di Aceh.

 

Pria kelahiran Lhokseumawe dan besar di Aceh Tamiang ini kini hijrah ke dunia pertanian. Dengan prinsip tanah harus sehat, Ia pun menghasilkan inovasi   pupuk baru  Bio Activator.

 

Produk  Bio Activator ini jelasnya mampu melepaskan ikatan fosfor dan kalium dalam tanah dari ikatan senyawa logam almunium dan senyawa logam besi sehingga dapat mereklamasi tanah rusak di lahan pertanian, kebun,dan tambak.

 

Yang membuat saya tertarik dalam inovasi ini adalah  dilatarbelakangi oleh mayoritas penggunaan pupuk kimia baik pada lahan pertanian rakyat maupun perkebunan industri dalam jangka waktu yang panjang, yang menyebabkan lahan-lahan tersebut menjadi kehilangan kesuburannya.

 

Menurutnya hal itu bisa terjadi  karena tanaman pada dasarnya tidak mampu menyerap secara maksimal seluruh unsur dari pupuk kimia di dalam tanah, sehingga meninggalkan residu yang membuat tanah menjadi keras dan keasaman yang tinggi.

 

pH tanah yang masam dapat menyebabkan berbagai organisme penyubur tanah menjadi musnah sehingga tanah tidak lagi dapat menyediakan unsur hara secara alamiah. Dampak negatif dari penggunaan pupuk kimia yang terus menerus dapat menyebabkan rusaknya kestabilan ekosistem lingkungan dalam tanah.

 

Dia meyakini kestabilan ekosistem lingkungan dalam tanah  telah diatur oleh sang maha pencipta sebagai penyelamat bumi dari kerusakan mikroorganisme.  “Saya tertarik untuk melakukan praktek lapangan dan pengamatan secara rutin, terinci serta terukur dari tahun 2010 sampai dengan sekarang,” kisahnya.

 

Dalam proses Inovasi yag saya lakukan  secara swadaya. Harapan saya inovasi ini dapat berguna untuk keselamatan ekosistem di lingkungan tanah pertanian, tanah lahan tambak, dan tanah lahan perkebunan yang sudah sangat kritis dan berdampak kepada kesehatan umat manusia yang hidup di atas bumi ini,  khususnya masyarakat tani.

 

Aktivitas pertanian atau perkebunan  dipastikan tidak terlepas dari kegiatan   pemupukan. Dampak dari kegiatan pemupukan   akan meningkatkan hasil pertanian atau perkebunan, sehingga nantinya mampu memberikan hasil yang optimal dan memberikan keuntungan secara ekonomis bagi para petani.

 

“Sekarang saya juga sedang mengembangkan pakan ayam/ikan daur ulang dari proses Bio Activator,” tutur Admansyah. Pupuk ini menurutnyasudah dipasarkan sampai ke Jambi, Riau, serta Sumut di tahun 2015, dan pada tahun 2016 saya fokus di Aceh Tamiang, Blang Pidie, Aceh Utara, Serta Aceh Besar tepatnya di Kebun Kurma Berbate dengan sistem pola pendampingan Edukasi demplot dahulu per-rante sampai berhasil serta  turut melibatkan BPP setempat. Pupuk ini sudah diaplikasikan kepada segala jenis tanaman.

 

“Harapan kedepan dengan hadirnya Bio Activator ini masyarakat tani khususnya petani Aceh bisa lebih cerdas dan mandiri serta sejahtera,” harap Admansyah.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018