Monday, 10 August 2020


Petani Milenial Keren Bali Siap Pasarkan Produknya melalui Paskomnas

25 Jan 2020, 17:13 WIBEditor : Ahmad Soim

Petani muda keren Bali | Sumber Foto:Dok

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Pemasaran produk pertanian yang dihasilkan oleh para petani lokal Bali sering mengalami hambatan pada saat panen raya sehingga produksi meningkat, sedangkan permintaan cenderung tetap yang diikuti dengan gaya para spekulan yang mempermainkan harga terutama pada produk pertanian segar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si didampingi Petugas Penyuluh Pertanian Madya  Ir. I Putu Karyana, MMA menyampaikan hal-hal yang terkait dengan  upaya membantu produsen/petani disisi pemasaran, telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,.

Dalam Pasal 14 Perda tersebut disebutkan bahwa Pemda Bali dan Pemkab/Kota mendorong terbentuknya kelembagaan bagi para petani untuk membentuk Kelompok Usaha Produktif, Koperasi, atau Badan usaha.

Keterlibatan Kelompok Usaha Produktif lebih lanjut diatur dalam Pasal 18 bahwa dalam hal pihak pembeli (hotel, restoran, katering, toko modern) membeli produk petani secara tunda bayar, wajib melakukan pembelian melalui Perusahaan Daerah yang dalam hal ini adalah Perusahaan Daerah Provinsi Bali.  

Terkait hal percepatan implementasi Pergub 99 tahun 2018 melalui  Perusda Provinsi Bali bersama dengan OPD terkait melakukan kegiatan Temu Pasar (Buyer Meet Farmer  Coorporatives) yang dilaksanakann pada tanggal 21 Januari 2020 bertempat di Bukit Pemukuran Banjar Dukuh, Sibetan, Bebandem, Karangasem.

Dalam pertemuan tersebut melibatkan beberapa kelompok tani milenial yang tergabung dalam PMK ( Petani Milenial Keren ) Bali yang menghasilkan produk seperti salak, jeruk, anggur, mangga, durian, adpokat, sayur sayuran  dan empon empon dengan mengundang buyer yang terhimpun dalam kelembagaan Paskomnas (Pasar Komoditi Nasional) yang berlokasi di Tanggerang, Palembang dan Surabaya. 

Pimpinan Paskomnas  Hartono dengan mengajak 7 orang buyer  menyampaikan beberapa masukan terhadap keberadaan Produk lokal Bali yang akan memasuki Paskomnas dipersyaratkan seperti mempriotaskan branded, grading, kontinyuitas, teknologi budidaya tanaman diluar musim, menciptakan kualitas yang lebih baik lagi dari sekarang serta menciptakan nilai tambah terhadap produk yang tidak terserap oleh pengguna produk

Dalam upaya membenahi kondisi tersebut, maka para petugas Penyuluh Pertanian Bali diberikan tugas untuk membenahi manajemen di bidang budidaya tanaman dengan beberapa strategi agar posisi tawar petani yang lebih kuat dan berkelanjutan. Posisi tawarnya terhadap produk tersebut agar memenuhi standar kuantitas, kualitas dan kontinyuitas. 

Hal ini dapat diwujukan apabila dalam satu wilayah dengan jumlah petani tertentu agar diatur pola tanam dan pola pemeliharaan tanaman dengan mengadopsi teknologi yang memadai, sehingga memenuhi standar disisi ketersediaan. Hal lain yang lebih penting adalah adanya kesepakatan di intern kelompok tani berupa komitmen bersama dengan membentuk suatu wadah pemasaran bersama melalui koperasi dan juga nantinya sebagai wadah dalam memenuhi kebutuhan petani baik berupa modal maupun sarana produksi dan sekaligus sebagai wadah untuk pemasaran bersama. 

 

Terkait dengan akses pembiayaan akan diberikan selama petani memiliki surat keterangan/rekomendasi yang telah tergabung dalam koperasi dan patuh terhadap kesepakatan harga batas atas dan bawah.  Disamping itu buyer dan industri yang menyerap hasil dari petani akan diberikan juga kredit modal kerja dari Perbankan berupa KUR diberikan bekerjasama dengan BRI, BPD Bali dan dikoordinasikan melalui Bank Indone

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018