Tuesday, 22 September 2020


Wabah Corona, Tak Melunturkan Semangat P4S Buana Lestari

23 Mar 2020, 16:56 WIBEditor : Yulianto

Ahmad Shaiku, Ketua P4S Buana Lestari mengendari motor roda tiga yang merupakan kendaraan operasional P4S | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Nganjuk---Ditengah merebaknya virus Corona atau Covit-19 yang begitu masif, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya  (P4S) Buana Lestari Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur tetap giat dan semangat melakukan kegiatan pertanian. Bahkan petani bersiap memenuhi kebutuhan beberapa komoditas pada masa Puasa dan Lebaran mendatang.

Ahmad Shaiku, Ketua P4S Buana Lestari mengatakan, saat ini petani tengah menanam beberapa komoditas pertanian di lahan tegalan dengan sistem tumpang sari. Diantaranya, kacang panjang dengan terong. Dalam sehari, rata-rata panen kacang panjang kisaran 1 kwintal. 

Sedangkan tanaman tomat yang telah ditanam disiapkan untuk panen pada bulan Puasa. Persiapan tanam berikutnya yaitu cabai merah. ”Kami berharap usai Ramadhan atau memasuki Syawal harga cabai memberi keuntungan bagi petani,” ujarnya.

Namun Shaiku mengakui, wabah virus Corona telah membawa dampak yang kurang baik terhadap pemasaran hasil pertanian. Pasalnya,  hasil panen tidak bisa masuk ke pasar-pasar yang besar karena sangat dibatasi dan ketat dalam perputaran kegiatan jual belinya. Sehingga petani menjual ke pedagang kecil yang mau menampung hasil panen.

“Sebelumnya dalam sehari, petani memanen kacang tanah 2 kwintal. Karena wabah Corona ini, petani mengurangi panen menjadi 1 kwintal sehari, dengan harapan tetap bisa terjual dan petani tidak merugi,” ungkapnya.

Bahkan P4S binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan ini pada 15 hari ke depan tengah menyiapkan panen raya padi. Selain akan panen padi dalam waktu dekat, P4S Buana Lestari juga akan panen ikan lele yang diperkirakan 0,5 - 1 kwintal tiap kali panen.

Kegiatan usahatani lainnya yang tetap dijalankan P4S Buana Lestari yaitu budidaya sayuran organik yang menjadi ikon P4S sebagai aplikasi dari pupuk kompos dan agen hayati yang diproduksi sendiri oleh P4S. Meski diakui kini sulit mencari bahan baku di tengah wabah Corona, tapi Shaiku masih semangat untuk tetap berproduksi dan berusahatani.

 

 

Reporter : BBPP KETINDAN
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018