Thursday, 02 July 2020


Ning Harmanto sang Ratu Mahkota Dewa

03 May 2020, 14:20 WIBEditor : Yulianto

Ning Harmanto (ketiga dari kiri) | Sumber Foto:Dok. Pribadi Ning Harmanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Ning Harmanto. Mendengar nama itu, terutama bagi yang berkecimpung dalam dunia pengeobatan herbal pasti mengenalnya. Pemilik nama lengkap Mikhael Wuryaning Setyawati, memang dikenal sebagai salah seorang herbalis yang mengembangkan tanaman mahkota dewa.

Sejak kecil Ning, kelahiran Yogyakarta tahun 8 Mei 1957  memang senang bercocok tanam. Sampai suatu saat, di tahun 1999 Ning mulai tertarik mempelajari khasiat berbagai tanaman.

Hal ini bermula ketika sang adik, Widowati Wuryantari menceritakan anaknya sembuh dari penyakit radang pankreas hanya dua minggu setelah mengonsumsi rebusan mahkota dewa. Rupanya Ning tertarik dengan cerita itu. "Saya penasaran, saya lalu membawa satu kantong plastik mahkota dewa ke Jakarta," kenang Ning.

Untuk meyakinkan khasiat buah mahkota dewa, Ning coba menguji khasiat herbal tersebut ke dirinya sendiri, keluarga, kerabat dan kenalannya. Termasuk, kepada ibunda tercinta yang ketika itu mengalami pendarahan cukup parah dan diopname di rumah sakit.

"Setelah seminggu beliau minum rebusan mahkota dewa, kondisinya membaik dan sehat," lanjut Ning yang saat itu tak pernah terbersit menggelindingkan usaha mahkota dewa.

Tak puas dengan itu, Ning tekun membaca berbagai literatur untuk mendalami seluk-beluk mahkota dewa. Kebetulan ayahnya, seorang mantri hewan dan pengobat tradisional, Ning juga mendapat banyak inspirasi mendalami khasiat mahkota dewa.

Kejeliannya menyulap tanaman tersebut menjadi ramuan obat herbal food supplement, ternyata mengalirkan uang ke koceknya. Semula Ning meraciknya secara tradisional dan menjualnya  dari rumah ke rumah. 

Sejalan dengan bisnis obat herbalnya, tahun 2002 Ning membuka klinik kesehatan tradisional di rumahnya. Hari demi hari ternyata “pasien” yang datang konsultasi semakin banyak dan dari berbagai kalangan. “Sampai tahun 2014 sudah sekitar 7 ribu orang yang ditangani kliniknya,” ujarnya. Bahkan hingga awal tahun 2020 ini pasiennya sudah puluhan ribu orang.

Ning mengatakan, pasien yang datang tidak perlu membayar biaya konsultasi, tapi hanya membayar harga produk herbal yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Kini popularitas Ning sampai ke Singapura dan Malaysia. Padahal ia sendiri tidak melakukan promosi khusus, seperti pasang iklan.

Bahkan kini produk MDI secara tak resmi sudah masuk ke beberapa negara seperti Taiwan, Australia, Amerika dan Saudi Arabia (Jeddah). "Lewat jalur perorangan, produk ini dikirim ke berbagai negara, katanya.

Dalam membuat ramuan, Ning memadukan ekstrak buah mahkota dewa dengan tanaman lain. Misalnya, sambiloto, temu mangga, tapak liman, temulawak, mengkudu, bangle, sidaguri, umbi daun dewa dan banyak tanaman obat lainnya.Tergantung penyakitnya apa,” ujar Ning. Bahkan sejak tahun 2015, produk herbalnya bahkan telah diproduksi dengan teknologi nano.

Berbagi Khasiat

Untuk berbagi mengenai khasiat mahkota dewa, Ning telah menulis beberapa.  Bahkan bukunya yang berjudul “Mahkota Dewa, Obat Pusaka Para Dewa”, pada tahun 2014 sudah cetakan ke-11. Buku keduanya “Menaklukkan Penyakit Bersama Mahkota Dewa,” terbit April 2003 (tahun 2014 sudah 6 kali cetak ulang). Buku kedua ini isinya antara lain memaparkan testimonia atau pengakuan pasien yang telah sembuh. Ning juga menulis buku berjudul “Mahkota Dewa, Panglima Penakluk Kanker”.

Saat Covid-19 mewabah pada Maret, Ning bersyukur karena Kementerian Perindustian, Kementerian Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih memberi ijin khusus agar usahanya yang bergerak di bidang kesehatan bisa terus berproduksi dan menjual hasilnya ke masyarakat.

Bahkan ada hikmah yang luar biasa, usaha jamu/herbal mulai banyak dilirik  masyarakat. Terlebih ketika diberitakan bahwa jamu empon-empon dan herbal daun sangat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Apalagi beberapa testimoni pasien membuktikan khasiat dan kemampuan jamu empon-empon menangkal virus Corona.

Melalui media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram maupun website (www.griyasehatmahkotadewa.com), Ning terus berbagi informasi kesehatan tradisional dengan video-video edukasi maupun talk show bersama dokter dan juga berbagai artikel. Semua kegiatan berbagi informasi itu selaras dengan jargon MDI yaitu #SEMUAORANGBISASEHAT#.

“Bahagia tidak terkira itu bila bisa menolong orang lain yang sedang membutuhkan. Bahagia yang hakiki itu membahagiakan orang lain. Kalau kita senang menolong orang lain, maka Tuhan akan menolong kita, sesulit apapun masalah yang kita hadapi.” Demikian pesan Ning Harmanto.

Reporter : Gayatri K.R
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018