Thursday, 02 July 2020


Kreatif Manfaatkan Peluang, Moch Alfino Bidik Bisnis Tanaman Herbal dan Olahannya

14 May 2020, 11:38 WIBEditor : Gesha

Petani muda dari Polbangtan Yoma | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Magelang --- Menjadi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di masa pandemi COVID 19 kali ini harus pandai memanfaatkan peluang. Dan itulah yang kini dibidik oleh Moch. Alfino Ridho Kuncoro, mahasiswa tingkat akhir dari Polbangtan Yogyakarta-Magelang (Yoma).

Kecintaannya pada dunia pertanian memotivasi dirinya untuk mencoba berbisnis tanaman obat, sayuran  hingga produk herbal yang sedang menjadi trending saat ini.

"Ketertarikan saya pada hidroponik itu sejak tingkat 2 (dua), lalu saya coba buat praktekan di rumah saya pada  tingkat  3 (tiga) dengan merakit sendiri  green house. Karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman saya ketika hujan rubuh, terus saya coba belajar ke petani hidroponik di Ngawi dan Jogja. Saya coba memulai usaha lagi dengan memanfaatkan polybag yang ditanami sayur, sembari saya menabung untuk membeli aerator, paranet,  pipa, plastik untuk atap greenhouse," kenang Fino.

Sebagai generasi milienial, pria berusia 22 tahun asal Ngawi ini memanfaatkan media online Instagram (IG) dengan nama @tamansejuknursery sebagai media promosi serta publikasi.

"Saya sudah coba trial error beberapa usaha dibidang tanaman. Salah satunya  tahun kemarin, saya mencoba usaha hidroponik sayur dengan meracik nutrisi sendiri. Namun, karena padatnya jadual perkuliahan dan fokus saya pada skripsi baru sekarang baru mencoba kembali usaha ini. Alhamdulillah untuk sayur sudah ada pasar bahkan konsumen datang kerumah," papar Alfino.

Selain sayuran, Alfino pun menjual bibit herbal, tanaman hias bahkan mengolah empon-empon menjadi jamu siap minum dengan produksi 20 botol perharinya. 

Di @tamansejuknursery, ia tak hanya melakukan usaha yang bersifat komersial semata, bersama rekan-rekannya ia mencoba sharing ilmu/edukasi melalui talkshow online melalui live ig dengan nama 'NGONANGI' Ngobrol tentang Tani.

"Alhamdulilah sekarang sudah edisi  ke 4 dengan topik pembicaraan teknis dan sosial dan pembicara dari alumni, mahasiswa atau petani sukses," jelas Fino.

Inovasi dan kreativitas Alfino menjadi jawaban atas keraguan generasi milienial untuk terjun menekuni dunia pertanian. Memilih untuk melanjutkan pendidikan tinggi di pendidikan vokasi Kementerian Pertanian, ia telah membuktikan bahwa ia siap untuk menjadi generasi milenial yang maju, mandiri dan modern sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi selalu menekankan bahwa ditangan generasi milienial lah tanggung jawab pembangunan pertanian berada.

Lahirnya milenial yang maju, mandiri dan modern seperti harapan Mentan dapat diraih salah satunya melalui pendidikan vokasi. Melalui pendidikan vokasi, generasi milenial tidak hanya diberikan teori semata, namun juga mereka lebih banyak melakukan praktek dilapangan.

Kini telah terbukti banyak lulusan bahkan mahasiswa Polbangtan yang telah berhasil mengembangkan usaha di sektor pertanian, salah satunya yang kini merintis adalah Alfino.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018