Thursday, 03 December 2020


Berawal dari Coba-Coba, Akhirnya Jadi Raja Lemon di Pangalengan

14 May 2020, 12:08 WIBEditor : Indarto

Kebun jeruk lemon | Sumber Foto:Dok. Istimewa

Lemon yang ditanam pada Desember 2017 tersebut tumbuh dengan bagus dan buahnya lebat. Bahkan, sampai saat ini ada sekitar 3.000 pohon lemon di kebunnya.

 


TABLOIDSINARTANI.COM, Pangalengan--Menanam sayur sudah menjadi pekerjaan dan sandaran hidup Toto Sugrianto dan keluarganya sejak puluhan tahun lalu. Namun, entah apa yang ada dibenaknya ketika melihat kebun jeruk lemon temannya di Cisarua, hatinya mulai tertarik dan ingin mencoba  menanamnya di kebunnya.

Berawal dari ketertarikannya itulah, bapak dua anak ini akhirnya membeli bibit lemon sebanyak 1.500 batang. "Saat itu satu batang harganya Rp 60 ribu. Sampai di rumah langsung saya tanam di kebun dan saya rawat. Saya juga tak berpikir nanti kalau sudah berbuah mau dijual kemana," kata Toto, di Pangalengan, Kamis (14/5).

Menurut Toto, lemon yang ditanamnya tumbuh dengan subur. Tak lama berselang, kebun yang semula ditanami sayur disulap menjadi kebun jeruk lemon. Guna menghemat lahan, tanaman lemon ditumpang sari dengan sayur.

Toto mengaku, lemon yang ditanam pada Desember 2017 tersebut tumbuh dengan bagus dan buahnya lebat. Bahkan, sampai saat ini ada sekitar 3.000 pohon lemon di kebunnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.500 pohon sudah produktif.

" Alhamdulillah setelah usia 2,5 tahun, lemon yang saya tanam sudah berbuah. Satu minggu produksinya mencapai 2-3 ton," ujarnya.

Alhasil, jeruk lemon yang ditanam di lahan seluas 2 hektar (ha) di Pangalengan, Jawa Barat (Jabar) tersebut hampir tiap minggu ada yang memesannya. Bahkan, setahun yang lalu jeruk lemon yang diproduksinya dibeli Duta Farm untuk memenuhi permintaan di Bali.

Selain Duta Farm, Toto  juga memasok jeruk lemon ke salah satu perusahaan di Yogja dan Surabaya. " Kalau yang ke Yogja Griya pasokannya antara 1,5 - 4 ton per minggu. Kemudian untuk Tani Hub Surabaya permintaannya 7 ton per minggu. Namun saya baru bisa memasok 3 ton per minggu," kata Toto.

Menurut Toto, lemon yang ditanam di lahan seluas 2 ha tersebut telah menjadi sandaran hidup keluarganya. Meskipun saat ini harga jual jeruk lemon mulai turun sebesar Rp 6.500-Rp 7.500 per kg, Toto tetap bersyukur telah menanam jeruk lemon yang banyak diminati pasar.

" Sebelum pandemi corona harganya sempat Rp 12.000 per kg. Tapi saat ini harga sedang turun," ujarnya.

Toto mengaku, omzet penjualan lemon per bulan rata-rata mencapai Rp 56 juta. " Kalau saya ambil harga jualnya rata-rata Rp 7.000 per kg, Rp 56 juta masih dapat," ujarnya.

Melihat kesuksesannya menanam jeruk lemon, sejumlah petani di Pangalengan saat ini banyak yang tertarik membudidaya lemon. Sebab, lemon yang ditanam di kebun sampai usia 5-6 tahun masih produktif.

Menurut Toto, pola tanam lemon dengan sayur sangat berbeda. " Sayur seperti tomat, sawi, kubis dan kol pemainnya banyak dan harganya berfluktuaktif," ujarnya.

Agar lemon yang ditanam berbuah lebat, perlu perawatan intensif. Salah satunya yakni, rajin memberi nutrisi,vitamin dan herbisida tiap 25 hari sekali.

" Supaya pohonnya dapat penyinaran yang merata, jarak tanamnya sebaiknya 4 × 4 meter. Bisa juga 3,5 × 3,5 meter," pungkasnya. 

Reporter : Dimas
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018