Thursday, 02 July 2020


Jadi Tuan di Desanya Sendiri, Petani Milenial Raup Rp 972,8 Juta dari Bawang Merah

01 Jun 2020, 16:54 WIBEditor : Gesha

Petani Milenial bawang merah ini bisa meraup omzet mencengangkan | Sumber Foto:Kiswanto

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang --- Seorang petani bawang merah milenial, Hari Suroso (34 tahun) yang berasal dari Poktan Karya Bakti III Desa Purworejo adalah satu potret perpaduan antara pemuda, desa dan potensi hortikultura. Dirinya bisa meraup Rp 972,8 Juta dari bertanam bawang merah seluas 1,5 hektar.

Kabupaten Malang merupakan daerah yang terkenal dengan potensi hortikulturanya, mulai dari cabai, tomat, sawi hingga bawang merah. Salah satu Kecamatan yang menjadi sentra bawang merah adalah Kecamatan Ngantang yang dalam setahun luasan tanam bisa mencapai 2.900 Ha.

Secara khusus, Desa Purworejo, tepatnya di Kelompok Tani Karya Bhakti III menjadi salah satu desa tang produktif menghasilkan bawang merah. 

Seorang petani bawang merah milenial, Hari Suroso (34 tahun) yang berasal dari Poktan Karya Bakti III Desa Purworejo adalah satu potret perpaduan antara pemuda, desa dan potensi hortikultura.

Hari, panggilan akrabnya telah bertani sejak 2009, dengan komoditas utama bawang merah dan kadang ada komoditas tambahan yaitu cabe, tomat, sawi dan kubis. Pengalaman selama 12 tahun cukup untuk menggali seberapa besar potensi desa dan seberapa besar potensi pertanian khususnya hortikultura. Dirinya tidak meninggalkan kampung halamannya untuk membuktikan bahwa dia bisa berhasil atau menjadi pengusaha pertanian juga. 

Saat ditanya bagaimana dia memahami potensi bawang merah, dengan tenang dia bisa menjelaskan secara gamblang. "Yang perlu diperhatikan adalah cuaca, pestisida khususnya pestisida organic dan juga pupuk. Dari nenek moyang ada istilah mongso/ musim. Ada pengalaman jika tanam di luar musim yang seharusnya, bisa menyebabkan banyak serangan hama penyakit. Jika semua itu bisa dipahami, maka kita sudah setengah jalan untuk berhasil. Selanjutnya tinggal eksekusi," bebernya panjang lebar.

Penyuluh Pertanian Lapangan wilayah Desa Purworejo Zainuri menjelaskan bahwa dari lahan seluas 1,5 Ha, Hari Suroso dapat memperoleh hasil bawang merah sebesar 30,4 ton. "Dengan harga per kg 32 ribu rupiah, maka uang masuk atau omzet diperoleh 972,8 juta. Jadi panen MT I ini sangat luar biasa," tambah Zainuri

Sedangkan dalam skala kecamatan, Mantri Tani Kecamatan Ngantang Reni Palupi menjelaskan bahwa data tahun lalu diperoleh, tanam pertama dilakukan petani pada bulan Februari sekitar 600 Ha di lahan sawah.

"Sedangkan tanam kedua pada bulan Juni seluas 1500 Ha dilakukan di lahan tegalan dan tanam terakhir pada bulan November seluas 800 Ha di lahan tegalan, jadi total luas lahan adalah 2900 ha," tutur Reni Palupi. 

Memasuki off season, harga bawang merah sekarang ini sedang sangat bagus sebab harga eceran konsumen akhir bisa mencapai lebih Rp 50 ribu per kg. Dan saat ini sedang mulai panen raya.  "Jika per hektar rata-rata produksi bawang merah sebesar 20 ton, sedangkan luasan tanam dalam satu tahun adalah 2900 ha dan harga rata-rata per tahun per kilonya Rp 25 ribu, maka nilai produksi bawang merah di Kecamatan Ngantang adalah 1,45 triliun," bebernya.

Gambaran Hari yang tekun usaha dan menghasilkan tanpa keluar kampung dan dalam tujuan besar bisa menjadi pahlawan/pengusaha di kampung sendiri. Sebab bertani khususnya horti butuh modal besar dan juga teknologi lebih intensif. Dan Hari Suroso bisa membuktikan bahwa dia bisa menikmati masa-masa keemasan pada saat-saat sekarang ini. 

Reporter : Kiswanto
Sumber : Penyuluh Pertanian Malang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018