Thursday, 06 August 2020


Dari Hobi Lahirlah Maya Wortel

12 Jun 2020, 15:41 WIBEditor : Gesha

Maya Puspa dan lokasi pertanamannya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Bagi milenial asal Sukabumi, Maya Puspa bertani awalnya hanya sekedar hobi. Namun, dengan melihat peluang hortikultura yang selalu meningkat, dirinya tertarik menggeluti pertanian lebih dalam lagi hingga akhirnya lahirlah Maya Wortel.

Jatuh cintanya seorang dara Sukabumi bernama Maya Puspa kepada pertanian berawal dari hobinya menanam tanaman hias seperti sensivora, anterium, stroberi dan tanaman herbal disekitar rumah baik di halaman maupun di pot.

Dirinya pun tertarik memperdalam pengetauan pertanian dengan mengikuti Pelatihan budidaya agribisnis tanaman hias di Lembang Bandung pada tahun 2007. "Hobi itu harus bisa menghasilkan uang," tegasnya ketika ditanya mengapa dirinya mulai terjun serius menekuni pertanian hortikultura. 

Maka pada tahun 2010 dirinya mulai memberanikan diri untuk berkebun tanaman hortikultura seluas 5000 meer persegi atau 0,5 ha dengan jenis tanaman Wortel, labu siam, buncis terong serta bawang daun. Usahanya pun tidak sia-sia, kini ia telah memiliki lahan garapan seluas 3,5 ha dengan omzet Rp 45 juta per bulannya.

Usaha tani yang dilakukan oleh Maya dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan berkebun ini  ia melibatkan beberapa masyarakat sekitar dengan sistem harian. Untuk upah ia bisa mengeluarkan sekitar Rp 10 juta setiap bulannya.  

Maya pun bergabung dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Wanasari di Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi untuk mengelola kawasan argoeduwisata berlabel Maya Wortel.

“Maya Wortel bisa menjadi ajang pengenalan pendidikan pertanian bagi anak sekolah, bisa juga belanja sayuran langsung metik sendiri. Agroeduwisata ini cukup dikenal luas, apalagi sebelum ada pandemi Covid-19,” ungkap Koordinator BPP Kecamatan Sukabumi Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Diat Sujatman yang selalu mendampingi Maya dalam bertani. 

Pengembangan konsep agroeduwisata itu merupakan kerja sama KWT Wanasari, BPP Kecamatan Sukabumi, dan perusahaan swasta. Tanaman sayuran yang dibudidayakan di Maya Wortel di antaranya, wortel, cabai, tomat, kol/kubis, buncis, bawang merah, terong, dan kentang.

"Sebelum terjadi pandemi corona, kegiatan pengenalan edukasi pertanian kepada anak sekolah dan umum sering dilakukan di Maya Wortel. Seperti pengenalan jenis-jenis sayuran dan bunga, belajar menanam serta memanen sendiri yang ada di areal Maya Wortel," beber Diat.

Kegiatan tersebut, dilakukan untuk memunculkan kecintaan terhadap lingkungan sekitar, salah satunya memanfaatkan pekarangan rumah agar selalu terlihat asri, indah, dan menarik melalui budi daya berbagai macam komoditas hortikultura maupun komoditas lainnya. "Kesuksesan Maya membawanya sebagai petani inovatif  yang dinobatkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi pada 2020," tambah Diat.

Semangat inilah yang diharapkan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. “Tongkat estafet pembangunan pertanian selanjutnya ada pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian. Saat ini banyak petani milenial yang telah menjadi pengusaha dalam sektor pertanian, maka jangan takut untuk bertani," ungkap Mentan Syahrul dalam setiap kesempatan.

 Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian  (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prof Dedi Nursyamsi juga mengapresiasi dan diharapkan ada sosok inspiratif serupa di daerah lainnya. 

"Petani milenial sebagai pelopor pertanian yang diharapkan dapat membuat jejaring usaha pertanian untuk menarik minat generasi milenial untuk menekuni usaha di bidang pertanian yang tentunya sangat menjanjikan prospeknya. Selain sebagai penghela peningkatan produktivitas tenaga kerja pertanian serta produktivitas lahan dan komoditas," jelasnya.

 

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018