Monday, 10 August 2020


Sukses Tanam Kelengkeng, Milenilal Ini Ajak Generasi Muda Terjun ke Pertanian

01 Jul 2020, 13:11 WIBEditor : Yulianto

Hendri (batik abu-abu) bersama Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Edhie Sudaryanto (batik merah kiri) di kebun klengkengnya | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Grobogan---Sukses tak harus bekerja di perkantoran, berpakaian rapi dan berdasi. Sukses bisa dimana saja, termasuk dalam usaha pertanian. Seperti Muhamad Puji Hendriyanto, salah satu petani milenial asal Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Berbekal hobi dan ketekunan, Hendri mengembangkan kebun kelengkeng dan tanaman bawang merah.Tak tanggung-tanggung, ia mengembangkan kelengkeng varietas Itoh seluas 5 hektar (ha) dan budidaya bawang merah 2 ha.

Selepas lulus Sekolah Menengah Atas (SMA), Hendri melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi swasta ternama di Kota Yogyakarta. Ketertarikannya pada dunia pertanian sejak kecil menelurkan ide yang akhirnya mengantarkannya sukses berbudidaya kelengkeng di usai 35 tahun.

“Sejak tahun 2013, saya mengembangkan kelengkeng varietas Itoh seluas 5 ha. Varietas ini sangat cocok dikembangkan di desa saya,” ungkapnya.

Desa Sumberagung merupakan desa terluas di Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan. Berada di ketinggian 50-100 meter diatas permukaan laut (mdpl), desa tersebut cocok untuk pengembangan budidaya kelengkeng.

Saya masih punya mimpi untuk mengembangkan kelengkeng lebih luas lagi, sehingga Desa Sumberagung nanti dikenal sebagai destinasi agrowisata kelengkeng dan memenuhi kebutuhan kelengkeng dalam negeri,” lanjut pria yang sekarang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sumberagung.

Di usianya yang masih muda, bagi Hendri terjun di dunia pertanian merupakan hal yang menarik, termasuk untuk milenial lainnya. Apalagi di tengah kondisi ketidakpastian karena pandemi Covid-19, banyak sekali informasi pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga pengangguran meningkat. Sementara itu, lowongan kerja kian terbatas. Karena itu menurut Hendri, agribisnis menjadi solusi yang baik mengatasi hal tersebut.

“Rata-rata anak muda jaman sekarang lebih tertarik bekerja di kantor, berdasi, kerja di ruang yang sejuk, sektor konstruksi/ bangunan, untuk terjun kedunia pertanian sangat minim. Maka saya ajak anak muda yang lain jangan takut bertani, kesempatannya masih terbuka lebar,” ujarnya.

Hendri menambahkan, secara umum usaha pengembangan kebun kelengkeng dan bawang merah tidak ada  kendala yang signifikan. Namun dirinya tetap menerapkan Good Agricultural Practice (GAP) sesuai petunjuk Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Edhie Sudaryanto mengatakan , Hendri merupakan salah satu dari sekian banyak generasi muda yang sukses dan mampu bersaing dibidang pertanian.  

Dari ketekunannya, Edhi menilai, Hendri patut menjadi contoh pemuda lain, agar jangan takut terjun di bidang pertanian, karena banyak kesempatan untuk meraih sukses dengan beragribisnis. Apalagi ditengah pandemi Covid, pertanian merupakan salah satu solusi utama untuk mengatasi kesulitas mencari lapangan pekerjaan.

Sementara itu dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, pesan kepada seluruh insan pertanian untuk selalu menjaga kesehatan, pertanian tidak boleh berhenti karena wabah Covid-19 dan semua insan pertanian harus terus bergerak untuk mengawal ketersediaan pangan. “Sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional,” pesan Mentan SYL. 

Adapun Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nusyamsi mengatakan, pertanian merupakan garda terdepan dalam pencegahan Covid-19. Sebab, pertanian berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.

“Produksi bahan makanan pada masa pandemi Covid-19 menuju new normal tetap terus berjalan, sehingga pertanian tidak boleh berhenti apapun yang terjadi, katanya.

 

 

Reporter : Harmoko/Rivana (BBPP KETINDAN)
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018