Monday, 10 August 2020


Herning Sukendro, Wiro Sableng sang Pendekar Pertanian

03 Jul 2020, 14:30 WIBEditor : Yulianto

Ken Ken, sang Pendekar Wiro Sableng yang kini terjun ke dunia pertanian | Sumber Foto:Regi

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor---Siapa tak kenal Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 'Wiro Sableng'? Tokoh komik rekaan penulis Bastian Tito yang ditulis tahun 1960 ini menjadi salah satu karya sastra Indonesia yang legendaris.  

Sejak ditulis, sebanyak 185 jilid komik Wiro Sableng sudah diterbitkan, berisi tentang perjalanan dan aksi sang pahlawan sakti berkapak maut Naga Geni. Sebelum diangkat ke layar lebar tahun 2018, kisah pendekar ini terlebih dahulu dapat disaksikan di layar kaca. Pemeran utamanya Herning Sukendro, yang akrab disapa Ken Ken.

Perannya sebagai Wiro Sableng membuat Ken Ken meraih kejayaan sebagai selebriti ternama di Indonesia.  Namun ia kini justru memilih jalan hidupnya sebagai petani. Apa yang membuatnya menggantung kapak Naga Geni 212 dan mengangkat cangkul?

Pertanian sangat menjanjikan. Kalau dikelola dengan cerdas, efektif dan bersungguh- sungguh, bisa memberikan kehidupan dengan layak,“ ujarnya. Siapa sangka, ternyata Ken Ken sudah 20 tahun menggeluti pertanian. Namun ia mengaku pada awalnya memang sulit. Hal ini, karena perbedaan nyata dan sangat jauh antara dunia seni peran dan seni bertani.

Lelaki kelahiran 1968 itu kemudian mengaku lebih dahulu belajar banyak hal mengenai pertanian sebelum benar-benar menjalani pekerjaan barunya tersebut. Lantaran merasa ilmunya tak cukup untuk menggeluti dunia pertanian, Ken Ken memutuskan untuk terjun langsung menjadi petani.

Saya belajar bertani dari nol banget. Awalnya baca buku. Enggak ngerti, akhirnya terjun ke pertanian yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Awalnya, memang sulit. Tapi, lama-lama terbiasa,“ kenangnya.

Ketertarikan Ken Ken terhadap pertanian sebenarnya telah ada sejak masih aktif berlaga di layar kaca sebagai Wiro Sableng. Lokasi syuting yang lebih sering di perdesaan membuatnya berkesempatan berbincang dengan penduduk desa yang merupakan petani di sela syuting.

Di pertanian itu yang terpenting adalah senang dulu, enggak ujug-ujug langsung bertani," ujarnya memberikan saran bagi siapa saja yang berniat terjun ke dunia pertanian. Saat ini Ken Ken mengelola lahan di Cimande, Caringin, Kabupaten Bogor seluas 5,6 ha dan di Cianjur seluas 6 ha.

Lahan di Cimande, Ken Ken membudidayakan tanaman rempah kapulaga Jawa atau kapol dan pepohonan jabon. Setidaknya ada sekitar lima ribu pohon jabon yang akan dipanen kayunya. Sementara di Cianjur, ia membudidaya melon Korea dan tanaman Korea lainnya.

Alasan Ken Ken membudidayakan tanaman khas negeri K-Pop, karena belum banyak membudidayakan, sehingga tak sulit mencari pasar. Khusus untuk tanaman ini tak perlu repot memasarkan, karena sudah ada pembeli yang datang ke kebun. Saya tinggal menyiapkan hasil panen saja,“ ungkapnya.

Disinggung mengenai omset? Ken Ken mengaku, tak kurang dari Rp 5 juta setiap hari dikantongi. Penghasilan tersebut sebagian disisihkan untuk menggaji petani yang bekerja di lahannya.

Ia mengaku bangga menjadi petani di Indonesia. Harapannya ke depan lebih banyak generasi muda yang mengelola lahan sendiri. Lahan di Indonesia sangat luas, kita bisa kelola kapanpun. Apalagi pemerintah saat ini sangat mendukung petani Indonesia,“ ucapnya.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018