Monday, 10 August 2020


Bambang Krista, Diversifikasi Ayam Kampung Olahan

06 Jul 2020, 06:40 WIBEditor : Gesha

Bambang Krista, pengusaha ayam kampung | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Sukses menjadi pengusaha pembibitan ayam kampung tak lantas membuat Bambang Krista berpuas diri menikmati hasil yang diperoleh. Dimasa pandemi Covid-19 bahkan ia memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan melakukan diversifikasi usaha menghasilkan aneka jenis pangan olahan berbahan dasar daging ayam kampung.

“Obsesi saya ingin menjadikan ayam kampung tuan rumah di negeri sendiri, jadi selama ada kesempatan bisnis terkait dengan ayam kampung akan coba saya jajaki,” tegas Ketua Umum Gapali itu.

Dunia bisnis ayam sesungguhnya bukan hal baru bagi Bambang Krista. Sejak tahun 1990 ia sudah terjun di usaha budidaya ayam ras pedaging (broiler), namun karena merasa tak memperoleh keuntungan yang memadai maka 15 tahun kemudian ia banting setir ke bisnis ayam kampung.

Dipilihnya usaha pembibitan ayam kampung dengan pertimbangan kebutuhan akan bibit ayam kampung terus menaik seiring meningkatnya permintaan akan daging ayam kampung di masyarakat . “Kami melalui wadah Gapali berkeinginan kelak setidaknya bisa memasok 25 persen dari kebutuhan DOC ayam kampung secara nasional,” ujarnya. 

Membawa bendera Citra Lestari Farm, Di areal peternakannya yang mencapai 6 hektar kini Bambang Krista memelihara 25.000 indukan ayam kampung. Setiap bulan pihaknya tak kurang mampu memproduksi DOC sebanyak 200.000 ekor yang kesemuanya untuk memenuhi pesanan peternak mitranya.

Produk Cepat Saji

Menerapkan kegiatan usaha pembibitan dengan sistem kawin alam dan kawin suntik (inseminasi buatan) Bambang Krista belakangan kerap menjadi tempat bertanya pihak-pihak yang telah dan akan memulai usaha pembibitan ayam kampung. 

Karenanya di era sebelum pandemi Covid-19 lokasi farmnya tak pernah sepi dari pengunjung. “Yang datang ke farm saya disamping yang memang ingin menjadi peserta training, juga kadang ada staf dinas peternakan, komunitas tertentu dan reporter TV nasional ,” tutur alumnus Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.

Kini setelah 12 tahun menggeluti usaha budidaya dan pembibitan ayam kampung, di saat pandemi Covid-19 dimana orang lebih banyak berdiam di rumah, Bambang melihat kian terbukanya peluang untuk mengembangkan usaha kuliner berupa olahan cepat saji berbasis ayam kampung.

Menyusul diproduksinya frozen food berupa ayam kampung kremes, ayam kampung opor dan ayam kampung bakar, belakangan pihaknya melaunching produk lauk cepat saji lain yakni Ayam Kampung Bacem, Ayam Goreng Rempah dan Ayam Kampung Kriuk “Mbok Jum”.  

“Semua yang kami produksi adalah untuk memenuhi keinginan konsumen dan penjualannya disamping melalui offline store juga dilakukan secara online. Dengan cara demikian kami berharap daging ayam kampung bisa kian memasyarakat,” tandas pria yang sudah menulis sejumlah buku terkait ayam kampung itu.

Reporter : Ika Rahayu
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018