Thursday, 06 August 2020


Erwin Ahmad Maosul, Dulang Rupiah dari Urban Farming “Aer Farm”

15 Jul 2020, 12:31 WIBEditor : Gesha

Pertanaman hidroponik di Aer Farm | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Sukabumi --- Urban Farming makin menarik di mata milenial, salah satunya adalah Erwin Ahmad Maosul yang mampu mendulang rupiah dari urban farming Aer Farm di Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat.

Hidroponik merupakan salah  satu cara budidaya tanaman yang  terbukti efektif untuk mendorong produktivitas tanaman serta dapat dilakukan hampir di berbagai tempat.

Seorang petani milenial asal Sukabumi, Erwin Ahmad Maosul mencoba untuk menerapkan konsep urban farming dengan menerapkan penanaman sayur mayur secara hidroponik. 

Tak hanya itu dilahan milik  Rocky Poerwawinata yang juga anggota Kelompoktani Raharja, Erwin mencoba untuk mengelola lahan tersebut menjadi wahana Agroeduwisata bertajuk “Aer Farm”.

Aer Farm merupakan lahan bermedia tanam hidroponik yang terletak di Kampung Babakan Kiara, Sukajaya, Sukabumi. Agroeduwisata ini menyediakan lahan hidroponik dengan berbagai macam jenis sayuran seperti selada hijau, selada merah, pakcoy, sawi, dan kaylan.

Pengunjung dapat langsung memanen sendiri sayuran yang digemarinya. Selain itu, Aer Farm juga menyediakan pojok informasi hidroponik dimana para pengunjung  bisa berkonsultasi cara bertanam dengan sistem hidroponik. Dan pengunjung pun dapat langsung mempraktekannya dirumah dengan membeli berbagai peralatan hidroponik seperti rockwool, net pot, sumbu panel, nutrisi dan aneka benih. 

Memiliki visi bahwa bertani dapat dilakukan secara modern dan untuk kalangan mana saja, Aer Farm berusaha untuk mengajak generasi milenial untuk terjun dan menekuni dunia pertanian.

"Sudah saatnya kita mengubah image dunia pertanian yang identik dengan kotor dan kumuh menjadi pertanian itu  modern dan pastinya menjanjikan dari sisi ekonomi," tuturnya.

Saat ini Erwin memproduksi aneka sayur 350 - 400 kg per minggu dengan penghasilan Rp 5,5 juta-6 juta per minggunya.

“Indonesia kaya akan potensi pertanian dan ini akan membuka banyak peluang bisnis pertanian yang luas untuk digarap kaum milenial seperti saya. Bila bukan kita generasi milenial, siapa lagi yang akan meneruskan pembangunan pertanian? Generasi milenial kaya akan inovasi dan terobosan-terobosan baru yang pasti akan lebih memajukan pertanian Indonesia," papar Erwin. 

Pernyataan Erwin ditegaskan kembali oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nusryamsi bahwa generasi milenial memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias, dan fasih mengadopsi teknologi digital dalam beragam aspek bisnis sehingga diprediksi menjadi pembawa pembaruan dalam pembangunan pertanian.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018