Sunday, 09 August 2020


Wina Miranda : Microgreens, Diburu Penderita Kanker dan Hotel Berbintang

16 Jul 2020, 10:10 WIBEditor : Gesha

Wina Miranda dan Microgreens | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Balikpapan --- Urban farming selama ini hanya berkaitan dengan hidroponik atau akuaponik, tapi sebenarnya ada satu budidaya  yang bisa dilakukan masyarakat urban yaitu budidaya microgreens. Bahkan kini tanaman sehat ini diburu para penderita kanker dan hotel berbintang.

Tidak semua orang familiar dengan microgreen karena tidak lazim di Indonesia. namun tidak disangka bahwa tanaman ini justru memiliki segudang manfaat dan dapat dipanen dalam waktu yang singkat saja sekitar 5-7 hari dan bisa langsung dikonsumsi . Selain itu dengan ukurannya yang mini, microgreens justru memiliki nutrisi terbaik dibanding tanaman dewasa. Saat berusia muda, benih tanaman ini mengandung vitamin, mineral, dan nutrisi maksimal.

Ada lima jenis tanaman yang paling umum dikembangkan menjadi microgreens. Brokoli, red radish (lobak merah), green radish, sunflower (bunga matahari), dan beetroot (ubi bit merah). Tentu masih banyak lagi jenis sayuran yang dapat dikembangkan sebagai microgreens. “Sunflower paling banyak digemari, anak-anak suka karena rasanya seperti kacang. Kalau green radish rasanya seperti wasabi,” katanya 

Teknik menanam microgreens yang tidak terlalu sulit, hanya membutuhkan wadah lengkap dengan media tanah. Catatannya tanah tidak boleh mengandung pupuk. Lalu sebarkan bibit tanaman pada media tersebut. Taruh di tempat yang gelap sampai tanaman bersemai. Setelah sampai proses semai, letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari.

“Tanaman microgreens ini bisa panen hanya dalam waktu 5–7 hari dan langsung konsumsi. Jadi tidak perlu repot, apalagi kalau untuk konsumsi pribadi,” ujar perempuan yang menjadi satu-satunya petani microgreens di Balikpapan.

Wina menuturkan, kesulitan dalam mengembangkan microgreens bukan soal proses penanaman. Tantangan microgreens justru mencari bibit yang tepat. Sebenarnya bibit apapun bisa digunakan dengan memegang dua syarat utama. Pertama, bibit belum terpapar pestisida. Kedua, daya semai atau berkecambah minimal 80 persen.

“Kalau sayuran yang dikembangkan hingga dewasa kebanyakan memiliki daya semai 75–80 persen saja. Semakin tinggi daya semai, tanaman microgreens akan semakin baik. Daya semai ini tertera di kemasan bibit,” sebutnya.

Dirinya menyarankan sebaiknya konsumsi microgreens dalam kondisi mentah. Dengan begitu, Anda menyerap nutrisi yang optimal hasil konsumsi tanaman tersebut. Wina menambahkan, makanan nabati seperti sayur dan buah sebaiknya dikonsumsi saat mentah. Tak perlu proses pengolahan atau masak terlebih dulu.

“Makanan ketika sudah mengalami pemanasan sudah pasti nutrisi berkurang. Apalagi microgreens ini juga mahal, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Jadi jangan dimasak, tapi konsumsi mentah,” imbuhnya.

Ada banyak cara untuk konsumsi microgreens. Contoh makan roti tortilla ala kebab dengan microgreens sebagai lauk. Kemudian, pizza dengan topping microgreens di atas roti. Pilihan lain yakni blend, paduan antara microgreens dan sayuran atau buah lain hingga berbentuk smoothies. Selama ini, klien yang memesan microgreens kepadanya bermacam-macam. Ada penderita kanker, ibu rumah tangga, sampai hotel yang menggunakan microgreens sebagai garnish

 

Reporter : Nattasya
Sumber : Alumni ITB
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018