Thursday, 06 August 2020


Riza Azyumarridha Azra Tembuskan Mocaf ke Amerika dan Eropa

18 Jul 2020, 11:18 WIBEditor : Gesha

Riza dan Mocaf | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---  Melihat kondisi sekitar yang kaya akan singkong, Riza semangat untuk mengolahnya menjadi tepung mocaf. Bahkan dirinya berhasil membawa mocaf ke Amerika dan Eropa.

Riza Azyumarridha Azra adalah seorang generasi milenial yang mendirikan Rumah Mocaf. Sebuah perusahaan yang berlandaskan asas sociopreneurship di Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Potensi Banjarnegara sebagai  penghasil singkong terbesar kedua se - Jawa Tengah, singkong tumbuh baik di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, membuat Indonesia ada diurutan ke dua penghasil singkong dunia setelah Brazil menjadi tantangan sekaligus peluang yang tidak disia-siakan oleh pemuda lulusan teknik elektro berusia 28 tahun ini.

Riza kemudian berdiskusi dan banyak menggali informasi dari berbagai kalangan yang Ia sebut ahli singkong sampai dosen – dosen teknologi pangan.  Akhirnya Riza pun mencoba untuk menambah nilai tambah dari singkong dengan diolah menjadi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour).

Dirinya mulai belajar membuat tepung mocaf dari nol hingga berhasil dan mulai menularkannya dengan mengedukasi sejumlah petani  tentang cara pembuatan tepung mocaf hingga mereka dapat secara mandiri memproduksi hingga petani mulai memasarkan mocaf dan mendapat harga yang lebih tinggi dibanding menjual singkong dalam keadaan segar. 

Tak hanya itu, Riza pun mendirikan Rumah Mocaf.  Dalam mengelola Rumah Mocaf, Riza bertekad mempertahankan konsep sociopreneur yang sudah menjadi ruh bisnisnya.

Kendati suatu saat terjadi industrialisasi, dirinya akan tetap dengan konsep socioprenuer yang disebutnya sebagai demokratisasi ekonomi yakni adanya keterbukaan, keadlian dan tidak ada yang merasa dirugikan. Semua masyarakat yang terlibat saling menguatkan untuk terus mengembangkan tepung Mocaf.

Selanjutnya Riza melakukan penetrasi pasar mocaf dengan mengikuti pameran ke berbagai negara dan mendapat sambutan positif, karena gluten free dan kebanyakan dari mereka menomorsatukan kesehatan.

Animo orang – orang Eropa, Amerika, Rusia, Malaysia, Singapur  sangat tinggi karena mocaf gluten free dan baik bagi kesehatan, “ ujarnya. Setelah melakukan ekspor ke Amerika kini Rumah Mocaf bersiap melakukan ekspor ke Eropa, Malaysia dan Singapura. 

Agar Mocaf semakin dikenal dan semakin akrab sebagai bahan baku pembuat aneka makanan  Ia berharap Pemda setempat mengeluarkan Perda yang mewajibkan semua pihak di Banjarnegara menyajikan makanan olahan berbahan dasar mocaf dalam setiap kegiatan rapat – rapat, pesta dan lain – lain. Upaya ini adalah untuk mengangkat martabat singkong untuk kedaulatan pangan.

Seiring dengan makin tingginya permintaan,  bahan baku yang dibutuhkan juga akan semakin meningkat. Bersama  Dinas Pangan setempat Riza merancang pemetaan untuk menetapkan wilayah dengan kualitas singkong terbaik. Selain itu juga menetapkan zonasi khusus untuk menanam singkong. Ia yakin dengan adanya jaminan harga dan pasar, petani akan bergairah menanam singkong. 

Integrated Farming

Dalam mengelola usahanya ia melakukan upaya besar dengan menerapkan konsep dengan membagi deskripsi pekerjaan dengan yang dirinya sebut cluster.

"Cluster pertama para petani sebagai produsen bahan baku.  Pendampingan dan edukasi yang diberikan untuk petani adalah seputar produktivitas,  literasi finance, integrated farming  untuk menentukan HPP singkong. Selama ini petani hanya menanam, tanpa membuat analisa usaha, analisa  usaha lahan dan margin," urainya.

Dirinya pun melakukan Integrated farming dengan ternak kambing dan sapi, dengan memanfaatkan kulit singkong diolah menjadi pakan dan kotoran ternak untuk pupuk. "Sehingga lahan menjadi lebih produktif dengan produksi tiga kali lipat dan menghasilkan singkong organik, yang terpercaya sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, “ tuturnya.

Cluster kedua mengaktifkan para wanita, ibu rumah tangga diberdayakan mengolah singkong menjadi chips mocaf.  Sehingga timbul perekonomian baru yang memberikan penghasilan baru.

Sementara cluster ketiga yaitu memberdayakan anak – anak muda yang bertugas melakukan quality control, branding, packaging, edukasi dan pendampingan kepada petani serta pengrajin. Karena target market Rumah Mocaf, maka kualitas menjadi yang utama.

"Tugas lain cluster ketiga ini adalah membuat inovasi produk turunan, seperti mie Mocaf, kue pie Mocaf, dan produk lainnya", tambahnya.

Riza juga memiliki resto Rumah Mocaf tempat anak – anak muda nongkrong, dengan menu kekinian seperti fried chiken, mie ayam dan semua  terbuat dari mocaf, ini sebagai bentuk edukasi kami ke mereka.

Bentuk edukasi lain lanjut Riza adalah memecahkan rekor versi MURI dengan pembuatan sajian mi ayam terbanyak berbahan Mocaf. Riza berkolaborasi dengan paguyuban pedagang mie ayam dan ribuan porsi mi ayam dinikmati seluruh masyarakat secara gratis di Alun-Alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Upaya Riza merupakan jawaban atas program  Gerakan Diversifikasi Pangan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendengungkan slogan indah dan bahagia dengan pangan lokal. Gerakan ini  sebagai upaya untuk mendorong ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Menurut Mentan Syahrul, gerakan diversifikasi pangan ini mewakili  harapan dan kebutuhan dari seluruh rakyat Indonesia agar ketahanan pangan tetap kokoh, yang memperkuat hadirnya negara yang sejahtera.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi kembali menegaskan bahwa pertanian yang bagus itu bisa dilaksanakan oleh para petani milenial yang berjiwa entrepreneurship yang tinggi, dengan demikian memberikan kesinambungan atau sustainability dari usaha pertanian itu adalah keuntungan, keuntungan itu didapatkan dari usaha pertanian yang baik, artinya yaitu mempunyai kepekaan terhadap peluang-peluang keuntungan.

Dengan situasi pandemi yang masih berlangsung ini, kita harus terus menggenjot produksi pangan lokal. Apalagi Indonesia kaya akan pangan lokal seperti sagu, singkong, jagung, ubi, dan lainnya.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018