Sunday, 09 August 2020


Yance Maring, Cukup Buka SMS dan Lahan Cabai Langsung Teraliri

20 Jul 2020, 12:44 WIBEditor : Gesha

Yance Maring dengan lahan cabai hasil irigasi tetes | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Sikka --- Seorang petani milenial asal Desa Kloangpopot, Sikka Nusa Tenggara Timur (NTT), Yance Maring punya cara tersendiri mengolah lahan pertanian cabainya dengan menggunakan irigasi tetes yang dibukanya melalui smartphone

"Kebetulan saya dapat kesempatan belajar di Israel selama 9 bulan di Arava International Center of Agriculture Training (AICAT). Setelah kembali saya mencoba untuk menggunakan sistem irigasi tetes ini," ungkap Yance Maring.

Sejak Mei 2020, Yance mulai menanam cabai, tomat dan semangka menggunakan sistem irigasi tetes. "Banyak petani di Kabupaten Sikka belum berani menggeluti usaha hortikultura karena penyiramannya masih manual," beber Yance.

Padahal dengan menggunakan sistem irigasi tetes ini, petani bisa menghemat air yang cukup besar, apalagi tenaga kerja bisa sampai 50-60 persen. Begitupula proses pemupukan, pupuk bisa langsung dicampurkan dan dilarutkan sehingga nutrisi bisa terkontrol. "Lebih baik lagi menggunakan pupuk organik cair (POC)," tuturnya.

Awalnya, Yance menggunakan selang irigasi sederhana tetapi kekuatan airnya tidak bisa stabil meskipun dirinya menggunakan beberapa mesin pompa. "Akhirnya saya membeli alat rakitan alumni ITB yang dinamakan modul SMS dan solenoid valve yang merupakan keran otomatis untuk bisa dihubungkan ke timer dan internet menggunakan data handphone," urainya.

Pemuda lulusan Politeknik Pertanian Negeri Kupang tahun 2015 ini menggunakan kontrol Short Messages System (SMS) atau melalui WiFi. Dengan cara ini, Yance memang menargetkan pemuda di desanya untuk kembali bertani. Akhirnya cara tersebut memang membuahkan hasil.

"Air sebelumnya ditampung dahulu dalam sebuah tandon diatas ketinggian 3-4 meter, lalu dialirkan ke lahan dengan sistem instalasinya yaitu solinate valve yang dihubungkan dengan alat penghitung waktu (timer) atau modul SMS. Untuk menghidupkan air cukup menggunakan aplikasi androir, cukup pencet sekali sudah langsung bisa teraliri," tuturnya.

Kalau menggunakan WiFi, radiusnya harus mencapai 100 meter dari router sehingga hanya bisa digunakan di sekitar lahan. "Makanya kalau jauh dari lahan atau sedang diluar kota, lebih baik penyiraman menggunakan kontrol SMS," bebernya.

Untuk mengaplikasikan inovasinya, Yance sendiri menggunakan lahan di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka seluas 1 hektar yang disewa 4 tahun. 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018