Sunday, 09 August 2020


Stefanus Rangga Santoso, Hadirkan Melon Premium dari Kudus

20 Jul 2020, 13:58 WIBEditor : Gesha

Rangga (kiri) bersama jajaran Pemprov Jateng | Sumber Foto:Dinas Informasi Komunikasi Kabupaten Kudus

TABLOIDSINARTANI.COM, Kudus --- Kreativitas generasi milenial memang tidak ada habisnya. Kali ini giliran petani milenial yang kreatif memanfaatkan greenhouse terkontrol komputerisasi untuk menghasilkan melon premium dari Kudus, Jawa Tengah.

"Saya gunakan greenhouse dan pertanaman tanpa menggunakan pestisida sama sekali. Dengan greenhouse ini kita menggabungkan pemanfaatan perlindungan tanaman dari intensitas hujan, sinar matahari dan iklim mikro yang mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, pemupukan dan irigasi mikro," beber founder CV Santoso Agro, Stefanus Rangga Santoso.

Lelaki bujangan yang biasa disapa Rangga ini menuturkan bahwa apa yang dilakukannya merupakan wujud aplikasi teknologi dengan sistem hidroponik (tanpa tanah) sehingga tidak menggunakan pupuk padat.

"Sehingga hasil yang kita tumbuhkan tergantung dari komposisi yang diberikan. Misalnya di awal pertumbuhan kita inginkan daunnya besarnya sekian. Saya berikan pupuk nitrogen sekian ppm (part per milion) dari kandungan pupuk organik cair yang digunakan," jelasnya.

Termasuk ukuran buah yang diinginkan sehingga Rangga hanya perlu menambahkan zat tumbuh lainnya. Sehingga buah melon yang dihasilkan Rangga tergolong kualitas premium dan lebih sehat karena minimnya kandungan pestisida. "Sekarang lagi bertanam melon Jepang, Melon Jawa, Melon China dan Melon Eropa," tambahnya.

Adapun lokasi pembibitan melon milik CV Santoso Agro ini ada di Laguna Green House, di Jalan Lingkar Selatan, Pasuruhan Lor. Di lahan seluas 1,3 hektar ini terdapat 4 petak yang mampu memproduksi 80 ton buah melon tanpa pestisida dan dipastikan tidak ada hama. Petugas pun harus memakai baju khusus jika masuk ke lokasi pembibitan.

Rangga mengaku hasil panen dengan metode ini tidak terlalu jauh berbeda dengan bertanam melon media tanah yaitu 60-80 hari untuk panen. Hingga saat ini, hasil panen dari CV Santoso Agro ini sudah menembus Singapura. "Dari kualitas, mereka cocok," tandasnya.

Produk melon premium hingga sekarang mempunyai pangsa pasar yang bagus dan terus berpeluang untuk berkembang. "Mau nambah berapapun untuk kapasitas sebenarnya pasarnya enggak akan habis. Itu baru pasar di Jakarta saja, belum daerah lainnya," ungkapnya optimis.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018