Sunday, 09 August 2020


Ricky Ardiansyah Tambah Penghasilan Warga dengan Panti Asuhan Sampah

22 Jul 2020, 08:01 WIBEditor : Gesha

Ricky dan Panti Asuhan Sampah | Sumber Foto:Istimewa

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Cianjur --- Adopsi tanaman sebuah terobosan yang dilakukan oleh pemuda asal Cianjur bernama Ricky Ardiansyah yang menggunaan sistem mengadopsi dari sistem orang tua asuh/adopsi anak untuk tumbuhan dari Panti Asuhan Sampah yang dibuatnya.

“Adopsi tanaman adalah sebuah gerakan masyarakat untuk bisa memanfaatkan sumber daya lingkungan, yang berasal dari limbah sampah rumah tangga, diproses menjadi kompos padat dan cair, lalu setiap warga mengadopsi tanaman organik yang sudah dipersiapkan oleh Panti Asuhan Sampah dengan media yang berasal dari pengelolaan limbah sampah," jelas Ricky. 

Panti Asuhan Sampah yang bertempat di desa Sindanglaya kecamatan Cipanas kabupaten Cianjur ini menawarkan kepada warga untuk berperan aktif sebagai “Orang Tua Asuh” bagi bibit tanaman.

“Bagi para Orang Tua Asuh hanya berkewajiban memelihara dan merawat bibit tersebut hingga masa panen. Tanaman yang diadopsi akan tercatat atas nama Orang Tua Asuhnya. Untuk itu kami mencoba untuk menanam tanaman yang mudah dalam perawatan, namun memiliki nilai ekonomis tinggi," bebernya.

Ricky mencontohkan budidaya kencur dan jahe yang merupakan komoditas tanaman obat dan banyak digemari masyarakat untuk dikonsumsi dan secara ekonomis menjanjikan untuk dibudidayakan terlebih di tengah pandemi.

“Bermodalkan urunan sukarela, kami membeli media dan bibit sebanyak  3000 polibag 2000 polybag ditanami jahe dan kencur sedangkan 1000 polybag lainnya ditanami cabe. Untuk panen pertama alhamdulillah hasilnya memuaskan untuk jahe dalam 1 polybag ada yang menghasilkan 2,5 kg jahe, kencur pun cukup memuaskan tetapi untuk cabe kami mengalami kegagalan," kenang Ricky. Namun dari kegagalan itu mereka fokus untuk mengembangkan komoditas jahe madur.  

Bagi pria kelahiran 1983 ini, dunia pertanian memiliki daya tarik tersendiri. Walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian, ia dan rekan-rekannya berusaha untuk mencari informasi dan melakukan penelitian-penelitan sederhana untuk mendukung program-program mereka. 

Ricky tak sendiri, dukungan dari Dinas pertanian, Kepala Desa  setempat telah ia kantongi. Kedepan ia sangat ingin usahanya in terus berkembang sehingga ekomi masyarakat sekitar  dapat meningkat dan tidak ada lagi lahan-lahan kosong warga yang sia-sia.

Seperti yang diutarakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa pekarangan tidak hanya mampu mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga tetapi juga  menjanjikan sebagai sumber pendapatan. Oleh karena itu, menurut Mentan SYL, lahan-lahan kosong jangan dibiarkan tidak ditanami sehingga tidak produktif sebagai sumber pangan yang dapat menopang ketahanan pangan.  

Terkait pemanfaatan lahan pekarangan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi  tak hentinya memberikan motivasi kepada para petani untuk memanfaatkan lahan pekarangan.

"Manfaatkan semua limbah rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk organik,kemudian aplikasikan pada tanaman yang ada di pekarangan. Jika tidak memungkinkan melakukan budidaya dengan menanam secara langsung di media tanah, bisa juga dengan melakukan budidaya secara hidroponik," ujar Dedi. 

Dan apa yang dipesankan oleh Mentan dan Kepala BPPSDMP pun telah di buktikan oleh Ricky. Dari sampah rumah tangga, masyarakat akan akan menikmati khasiat jahe madur dan dapat mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil panen jahe nantinya.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018