Saturday, 15 August 2020


Abdul Rasyid Ridho, Beternak Ayam Semi Organik Hasilkan Pangan Sehat

22 Jul 2020, 14:12 WIBEditor : Gesha

Ridho dan ayam semi organiknya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Pinrang --- Banyak yang bilang makan ayam broiler itu kurang sehat. Tapi bagi peternak milenial asal Kelurahan Langnga Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Rasyid Ridho, ayam broilernya bisa menjadi pangan sehat karena diternakkan dengan cara semi organik.

Pada umumnya beternak ayam (unggas) secara komersial diawali dengan melakukan vaksinasi pada saat tiba di kandang atau DOC berumur 4 –  5 hari setelah penetasan dan pemberian vitamin, ini merupakan kewajiban bagi peternak ayam broiler untuk mecegah terjadinya stres dan menjaga ketahanan tubuh ternak ayam sehingga tahan terhadap serangan penyakit.

Namun Ridho melakukan hal sedikit berbeda. Dirinya beternak tanpa vaksinasi, baik vaksin ND maupun Vaksin Gumboro tanpa penggunaan obat-obatan lainnya yang bersifat kimia.

Pada hari pertama DOC tiba di kandang langsung diberikan air gula merah dengan tujuan untuk memulihkan stamina anak ayam pada saat diperjalanan dan hari kedua diberikan air gula yang diselingi dengan jamu – jamuan yang terbuat dari tanaman rimpang  yang difermentasi seperti jahe, kunyit, temu lawak, temu ireng dan kencur yang biasa disebut empon – empon.

Menurut Ridho, manfaat dari jamu ini untuk ternak antara lain dapat mengoptimalkan kerja organ pencernaan, mengobati gangguan pencernaan ternak, mencegah gangguan parasit/cacing pada ternak dan sebagai anti bakteri sehingga ternak tidak mudah terserang penyakit salah satunya mencegah virus H5N1 (yang biasa disebut flu burung) yang menyerang ternak unggas.

Selain itu bermanfaat juga untuk meningkatkan nafsu makan pada ternak dan membantu mempercepat penyerapan nutrisi sehingga perkembangan ternak ayam broiler lebih cepat. Selain pemberian jamu – jamuan tersebut juga diberikan air rebusan daun pepaya sebagai pencegahan penyakit CRD atau ngorok.

Alasan Ridho beternak ayam potong semi organik (tanpa menggunakan vaksin) karena melihat dari segi ekonomis bisa mengurangi biaya produksi dan yang terpenting nilai manfaat yaitu  daging ayam bebas dari residu antibiotik,  rendah kolestrol, serat daging ayam lebih halus dan memiliki rasa aroma yang lebih enak.

“Dengan masih mewabahnya covid 19, masyarakat mencari pangan yang aman, salah satunya dengan konsumsi ayam potong semi organik. Alhamdulillah, ayam potong kami kemarin menjelang lebaran sangat diminati masyarakat di sekitar sini, walaupun harga jualnya lebih tinggi dari ayam potong pada umumnya," ujarnya.

Bahkan dengan beternak ayam potong semi organik ini Ridho mengajak masyarakat untuk bisa hidup sehat. "Marilah bersama-sama hidup sehat dengan mengkonsumsi daging ayam sehat,” harap Ridho

Reporter : NATTASYA
Sumber : BBPP BATANGKALUKU
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018