Saturday, 19 September 2020


Poktan Sehati, Kreatif Bertani di Bantaran Sungai Ciliwung

21 Aug 2020, 12:01 WIBEditor : Gesha

Poktan Sehati bersama Dinas KPKP DKI Jakarta | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta Pusat ---  Pertanian Jakarta umumnya terkendala keterbatasan lahan, ternyata membuat penggiatnya lebih kreatif. Salah satunya kelompok tani (Poktan) di wilayah Menteng, Jakarta Pusat ini memanfaatkan sebidang lahan kosong di bantaran sungai Ciliwung.

Kenyataan tersebut terlihat saat Tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melaksanakan monitoring pelaksanaan pertanian perkotaan (Urban Farming) pada Rabu (19/8) di wilayah Jakarta Pusat. Hadir Kepala Bidang Pertanian, Mujiati, Kepala Seksi Pertanian Perkotaan, Taufik Yulianto, unsur- unsur Sudin KPKP Jakarta Pusat, Satlak dan PPL Kecamatan Menteng, Unsur Kelurahan Cikini, PKK, LMK dan Tokoh Masyarakat.

Seorang pria paruh baya bernama Agus DIan yang merupakan anggota Poktan Sehati yang berlokasi di Jl. Raden Saleh Gang IV RW 03 Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat ini mengatakan sejak 2014, mereka memanfaatkan lahan di bantaran Sungai Ciliwung yang memang ada di lingkungannya untuk bertani.  “Saya hobi penghijauan, walaupun secara pendidikan saya tidak ada latar belakang pertanian. Pertama kali saya mengetahuinya berkat dukungan dari pengurus RT, RW, Kelurahan, kemudian Kecamatan dan Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat.   Saya berterimakasih atas kepercayaan dan dukungannya,” kata Agus.

Agus pun menjelaskan lahannya sangat rawan kebanjiran karena berada tepat di bantaran sungai Ciliwung. Seperti misalnya awal tahun 2020, terjadi banjir di Jakarta semua tanaman dalam pot nya hanyut terbawa banjir. Namun dirinya mengaku tetap bersemangat karena ingin memberikan contoh yang baik untuk warga lainnya.

“Pertanian memang sangat tergantung pada cuaca dan perubahan iklim.  Di lahan persawahan pun bila hujan deras terus menerus juga dapat terkena banjir. Kami sangat mengapresiasi semangat pak Agus dan kawan-kawannya, sebab di tengah kendala dan keterbatasan masih bersemangat, seharusnya mereka yang sudah punya lahan jauh dari bantaran sungai bisa lebih bersemangat.  Menurut saya yang perlu dilakukan adalah menentukan jenis tanaman, dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumennya. Misalnya pemasarannya untuk masyarakat di lingkungan sekitar dan kebutuhannya sayuran, maka yang banyak ditanam adalah sayuran,” kata Mujiati.

Kreatif

Lebih lanjut Mujiati menyarankan agar anggota Poktan lebih kreatif melihat peluang, serta pendampingan dari Kelurahan, Kecamatan, dan Sudin KPKP Jakarta Pusat. Ide kreatif yang bisa dilakukan antara lain memetakan / mapping hotel, restoran, warung, di sekitar Menteng yang setiap hari memerlukan produk pertanian walaupun jumlahnya tidak banyak tetapi perlu kontinyu.

Selain itu, strategi lainnya adalah mengolah hasil pertanian misalnya olahan dari tanaman obat / toga menjadi minuman, bumbu, dan lainnya. Dapat juga menjadi pemasok bahan baku untuk UMKM di sekitarnya, misalnya pengusaha keripik bayam, maka Poktan bisa menjadi pemasok bayamnya.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah menjual bibit tanaman dalam polybag maupun pot. Bisa juga konsep agrowisata, jadi menjual suasana bantaran sungai yang menjadi sejuk karena banyaknya tanaman, dengan menjual aneka makanan ringan dan minuman seperti kopi dan teh.

Konsep agrowisata sudah pernah dilakukan oleh Poktan Sehati, namun sejak terjadi pandemi Covid-19 kegiatan itu terhenti. Poktan Sehati telah berhasil menanam sayuran (bayam, kangkung, sawi samhong, cabai), dan buah (mangga, sawo kecik, buah tin, alpukat, jambu, belimbing). Kini mereka mengembangkan aquaponik dengan membudidayakan ikan lele dan nila.

Bantuan yang telah diberikan Dinas KPKP antara lain 1 unit rak hidroponik, 3 unit rak vertiminaponik, 2 unit rak vertikultur, beberapa tanaman produktif dalam pot dan beberapa bibit tanaman obat keluarga.  Bertanam secara hidroponik menjadi solusi kesulitan media tanam, sebab tidak perlu tanah, lebih menghemat air, menghemat waktu untuk proses persemaian dan penanaman, dan hasilnya lebih bersih dan sehat. Namun kecermatan dalam pemberian nutrisi AB Mix dan menjaga Ph air sangat diperlukan, agar tanaman tidak menjadi kecil dan menguning.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018