Monday, 28 September 2020


Semangat Petani Milenial Bogor Menggebrak dengan Kedai Gebrak

31 Aug 2020, 12:21 WIBEditor : Gesha

Kedai Gebrak para milenial | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor - - - Petani Milenial memiliki semangat menggebrak inovasi dan inilah yang dilakukan oleh sekelompok milenial asal Polbangtan Bogor dengan Kedai Gebrak. 

Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak generasi milenial untuk menjadi bagian dari pembangunan pertanian. 

"Kekayaaan sumber daya alam di Indonesia, membuka banyak peluang bisnis pertanian yang luas untuk digarap kaum milenial ini. Disinilah diperlukan keterlibatan generasi milenial dalam mendukung, mengembangkan, serta memajukan sektor pertanian menjadi sangat dibutuhkan. Pertanian juga perlu sentuhan serta terobosan generasi ini", ungkapnya. 

Menurutnya, semangat muda yang dimiliki kaum milenial harus menjadi dorongan postitif bagi pembangunan pertanian Indonesia. Terutama, dalam peningkatan ekspor pertanian yang akan mempengaruhi perekonomian negara.

Baca Juga :

Dwiki Handian Putra dan Uniknya Kedai Gebrak

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPPSDMP) Dedi Nusyamsi, mengatakan tongkat estafet pembangunan pertanian ada di pundak generasi milenial. 

"Generasi milenial memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias, dan fasih mengadopsi teknologi digital dalam beragam aspek bisnis sehingga mampu menjadi pembawa pembaruan dalam pembangunan pertanian", tegas Dedi.

Terlebih di tengah pandemi ini, sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam penyediaan bahan pangan bagi masyarakat Indonesia. "Kondisi ini menegaskan bahwa sektor pertanian tetap potensial menjadi ladang bisnis tak terkecuali bagi generasi milienial," ungkap Dedi.

Kedua pernyataan diatas dibuktikan oleh para milenial di Kota Bogor. Adalah Zawad, Reza, Dwiki, Dea, Pugar dan Septian yang mencoba bertahan dan berjuang  di tengah pandemi dengan membuka "Kedai Gebrak".

Kedai Gebrak merupakan UMKM yang bergerak dibidang makanan dan minuman. Berlokasi di Jalan Perwira, Babakan, sebrang kampus IPB (Institut Pertanian Bogor), kedai ini didirikan atau dirintis 6 alumni Polbangtan Bogor sejak tahun 2019. 

Berawal dari menyediakan  produk minuman berbahan dasar susu, inovasi pun dilakukan diawal tahun 2020 dengan melaunching produk olahan hasil pertanian yakni ice cream sayur. Dan ternyata produk tersebut digemari oleh konsumen karena merupakan produk yang sehat dan bergizi.

Tidak sampai disitu saja, kedai gebrak pun mulai mengembangkan bisnis dengan merambah ke menu berbahan dasar kopi yang tentunya mendapatkan apresiasi dari para konsumen. 

Tak Patah Semangat 

Di minggu ke 4 bulan Maret 2020 saat pandemi Covid-19 mulai menyebar ke Kota Bogor bahkan menyebar dan menyerang seluruh dunia membawa dampak bagi berbagai pihak termasuk kedai gebrak. 

Salah satu owner Kedai Gebrak, Zawad Mushappudin mengungkapkan saat pandemi mulai menyerang usahanya sempat goyah.

"Kami hampir bangkrut, omzet menurun drastis. Sebelum pandemi omzet mencapai lebih dari 500 ribu lebih per hari, saat pandemi omzet terus menurun bahkan dalam sehari hanya ada 1 sampai 2 konsumen, pesanan di media social seperti gojek dan shopee pun sepi, tidak seperti biasanya,” tuturnya. 

Bukan Milenial namanya bila mudah menyerah, pada bulan Juni Kedai Gebrak merancang strategi baru seperti mengeluarkan beberapa produk baru yang unik dan menarik sehingga dapat membuat konsumen penasaran. Produk tersebut diantaranya adalah kopi rempah, susu jagung dan gebrak roaster (menjual kopi bubuk dan roasbeans dalam kemasan). 

Tak puas berdiri sendiri, Kedai Gebrak menjalin kerjasama dengan produsen kopi Garut, Lampung dan Bogor. Fantastis, pada bulan Juli lalu kedai gebrak mengeluarkan produk barunya lagi berupa kopi sachet dengan target market yaitu kedai kopi dan warung-warung yang bisa dijadikan supplier

Dilanjutkan dengan peluncuran produk kopi susu literan dan produk susu literan dengan varian rasa yang bermacam-macam seperti Red Velvet, Grentea, Coklat, Oreo dan Pisang menjelang Hut Kemerdekaan RI lalu.

Reza yang juga owner Kedai Gebrak menambahkan bermodalkan kendaraan bermotor, kedai gebrak menggencarkan promosi di media sosial dengan berkorban free ongkir dan dikirim ke rumah konsumen. 

"Alhamdulilah setelah beberapa minggu berjalan konsumen mulai sadar akan ketertarikan dengan produk baru Kedai Gebrak, sehingga untuk saat ini mereka yang datang ke kedai untuk mencari produk yang mereka inginkan.Tidak lupa,  protokol kesehatan tetap diterapkan dalam kegiatan usahanya", tegas Reza.

Sistem promosi yang dilakukan tidak jauh seperti yang telah dilakukan sebelumnya, Kedai Gebrak siap mengirim produk-produk tersebut di sekitar wilayah Kota ataupun Kabupaten Bogor dengan free ongkir.

Dalam hal ini Kedai Gebrak tidak hanya menyediakan jasa jual kopi di dalam kedai saja akan tetapi Kedai Gebrak siap menerima permintaan pasar kopi baik ekspor ataupun impor dengan kuantiti yang banyak berupa greenbeans atau roasbeans. Tentunya karena saat ini Kedai Gebrak sudah berkerja sama dengan buyer kopi di Bandung untuk memenuhi kebutuhan kopinya.

"Nah bagi kalian para milenial, masih ragu untuk terjun menekuni sektor pertanian? Sektor ini sangat menjanjikan untuk menjadi peluang bisnis dan meraup keuntungan. Bila kita mau teguh, pantang menyerah dan selalu berinovasi, kami yakin sektor ini mampu menjadi sektor andalan generasi milenial. Jadi, ayo jangan takut menjadi petani dan berwirausaha disektor pertanian", ungkap ke 6 owner Kedai Gebrak.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018