Saturday, 24 October 2020


Zulkifly Rauf, Tempuh 60 KM Demi Petani

23 Sep 2020, 08:55 WIBEditor : Yulianto

Zulkifly mendapat penghargaan dari pemerintah sebagai penyuluh teladan tahun 2020 | Sumber Foto:BBPP Ketindan

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone Bolango---Mengapa penyuluh pertanian menjadi garda terdepan pembangunan pertanian? Salah satu alasan utamanya adalah karena penyuluh menjadi penyambung suara pemerintah ke petani di desa.

Meski berada di lokasi yang cukup jauh dan terpencil, karena tugas dan tanggung jawabnya, penyuluh tetap harus mendampingi petani. Itu juga yang dilakukan Zulkifly Rauf, penyuluh yang bertugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Kecamatan tersebut berada di perbatasan Provinsi Gorontalo dengan Sulawesi Utara.

BPP Bonepantai memiliki sumber daya manusia (SDM) 8 orang penyuluh pertanian, 1 mantri tani dan 1 tenaga administrasi. Salah satunya Zulkifly Rauf. Tahun 2005, ia mengawali bekerja menjadi penyuluh pertanian di Kecamatan Bonepantai. Hampir 90 persen mata pencaharian penduduknya adalah nelayan karena wilayah Bone terletak dipesisir pantai, dan sisanya 10 persen adalah petani dan wiraswasta.

Wilayah Bone terbilang terpencil dan penduduknya relatif sedikit. Bahkan saat baru bertugas, menurut Zulkifli, saat itu jaringan komunikasi baru masuk, tetapi jaringan listrik sering mati, belum lagi jangkauan dari kota 100 Km. “Sebagai seorang Pegawai Negei Sipil (PNS), saya siap ditempatkan dimana saja, karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab,” katanya.

Dari pengalamannya bekerja, Zulkifly pernah dipromosikan menjadi Koordinator Penyuluh tahun 2010 di Kecamatan Suwawa Tengah. Kemudian ia dipindahkan ke Kecamatan Botupingge. Tak sampai disitu, pada tahun 2016-2018, Zulkifly dipromosikan menjadi Koordinator Penyuluh lagi di Kecamatan Kabila Bone. Pada tahun 2018 hingga sekarang, ia menjadi Koordinator Penyuluh di Kecamatan Bonepantai.

Menjadi penyuluh di BPP Bonepantai adalah tantangan yang luar biasa bagi Zulkifly. Tetapi hal itu terus dilakoni Zulkifly. Meskipun jarak tempuh dari rumah 60 Km atau sekitar 1,5 jam, ia bertekad memajukan potensi pertanian di Kecamatan Bonepantai. Tercatat saat ini masyarakat yang dulunya sebagai nelayan, kini beralih menjadi menjadi petani yang lebih menjanjikan. Bahkan ada penduduk di Bonepantai yang rela menjual bentornya demi membeli lahan untuk berusahatani.

Wilayah kerja Bonepantai meliputi 13 desa, dengan total 52 kelompok tani. Rata-rata petani di Kecamatan Bonepantai menanam jagung dengan total luas lahan 515,75 ha. Sedangkan cabai dan tomat total lahan seluas 200 ha. Selain itu usaha taninya adalah beternak sapi dan kambing.

Kecamatan Bonepantai memiliki program READSI dan beberapa program strategis dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Semua  program tersebut membutuhkan proaktif pendampingan di lapangan, serta pergerakan yang cepat dari semua personil di BPP dalam hal Informasi dan pelaporan.

Tahun 2020 BPP Bonepantai terpilih sebagai model BPP Kostratani, karena mempunyai jaringan internet dan listrik sudah tersedia dengan baik. Paling penting adalah keinginan penyuluh atau semangat penyuluh ingin lebih maju, serta dukungan pemerintah yaitu Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan Dinas Pertanian Kabupaten Bone Bolango.

Hal ini tentunya menjadi kebanggan bagi Zulkifly Rauf sebagai Koordinator Penyuluh BPP Bonepantai. Apalagi dirinya senantiasa mendukung penyuluh-penyuluhnya untuk melakukan pendampingan dan pengawalan ke lapangan, mempunyai inovasi yang siap ditransfer ke petaninya, melakukan kunjungan kelompok, mengevaluasi setiap kegiatan yang telah dilakukan.

Sebagai seorang Koordinator Penyuluh diakui Zulkifly bukan hal yang mudah membangun SDM yang ada. Banyak hambatan yang ditemuinya, tetapi hal itu tidak menyurutkan tekadnya memajukan pertanian di Bonepantai, terutama keterampilan petani binaannya. “Semua bisa diraih karena kerjasama yang kuat antar semua elemen,” ujarnya.

Ke depan ia akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk pengabdiannya sebagai seorang penyuluh bersama rekan-rekannya di BPP Bonepantai. Bahkan ia juga bertekad akan terus berinovasi, melalui BPP Model Kostratani serta belajar hal-hal yang baru untuk bisa diterapkan di wilayah binaannya. “Pertanian tidak boleh berhenti” seperti kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang turut mengilhami dirinya dalam memajukan potensi pertanian di Bonepantai.

Dengan kegigihannya itu, Zulkifly dinobatkan menjadi penyuluh PNS teladan nasional dari Kementerian Pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi mendukung BPP Bonepantai sebagai BPP Model Kostratani.

Salah satu program utama Kementan adalah Kostratani. BPP menjadi sarana untuk menghubungkan petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian dapat terhubung secara digital. Untuk itu, Dedi mengajak seluruh elemen untuk tetap optimis dan semangat untuk membangun Kostratani. Yeniarta (BBPP Ketindan)

 

Reporter : Yeniarta (BBPP KETINDAN)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018