Saturday, 24 October 2020


Kisah Jatuh Bangun Tiga Srikandi Petani Milenial Majalengka

13 Oct 2020, 15:19 WIBEditor : Gesha

Milenial asal Majalengka ini fokus mengembangkan pertanian | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Majalengka--  Siapa bilang perempuan milenial cuma bisa ngeghibah?Nih tiga Srikandi Milenial asal Majalenhka, Jawa Barat ini membuktikan ketiganya jatuh bangun namun optimis mengembangkan pertanian di desanya.

Nuri, Ayu dan Fitria adalah tiga Srikandi Milenial alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang menerima dana Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) untuk mendirikan Fatih Farm di daerah asal mereka, Kecamatan Maja, Majalengka.

Mereka mengawali usaha budidaya padi jenis pandan wangi dengan menyewa lahan seluas 1700 m⊃2; seharga Rp 4 juta per tahunnya. Ketiga milenial ini terus berupaya untuk meningkatkan produksi usahanya. Setiap periode panen dapat diperoleh gabah pandan wangi sebanyak 500 kg, namun karena terserang wereng dan burung hasil gabah pada periode berikutnya berkurang produksinya menjadi 400 kg. 

Tak putus arang, Nuri dan kedua rekannya menciba membudidayakan beras merah karena selain masih jarang dibudidayakan di daerahnya, juga lebih resisten dari hama dan penyakit dibandingkan jenis pandan wangi. Mereka pun mencoba membudidayakan benih beras merah yang diperoleh dari BPP Padi Kab. Subang.

"Alhamdulillah untuk hasil cukup memuaskan. Penjualan beras merah dilakukan secara langsung ke konsumen dan dikemas dalam plastik ukuran 500 gram dan 1 kg", jelas Nuri.

Tak hanya satu bidang usaha, mereka juga mengembangkan Fatih Farm dengan usaha penggemukan domba. "Saat ini memang baru 3 ekor domba garut yang kami miliki. Nilai penjualan usaha penggemukan ini sebesar Rp 3 juta per ekor diperoleh pada saat Idul Adha dengan sistem bagi hasil", papar Nuri menambahkan.

Bukan milenial bila lekas puas dengan hasil yang ada, disela waktu membudidayakan beras pandan wangi dan beras merah serta penggemukan domba, Fatih Farm juga melakukan pengolahan susu sapi dengan menambahkan varian rasa serta dikemas dalam botol plastik ukuran 250 gram. Susu diperoleh dari peternak sapi perah yang berlokasi di Desa Kulur. Kini produksi susu kemasanmya telah mencapai 5 liter per minggu. 

Untuk pemasaran produknya, Fatih Farm telah memanfaatkan sosial media yaitu melalui ig: pangansehatefdua dan uyufreshmilk selain penjualan secara langsung.

Kedepan, Fatih Farm akan terus sigap membaca peluang pasar dan memanfaatkannya menjadi pengembangan usaha di sektor pertanian. "Kami akan terus mengembangkan usaha yang kami tekuni. Prinsip kami selama orang masih membutuhkan pangan pasti ada jalan bisnis dari sektor pertanian", ungkap mereka optimis.

Regenerasi

Kisah jatuh bangun para Srikandi ini menjadi bentuk dan upaya regenerasi petani yang tengah berlangsung di daerah. Kesuksesan tersebut tidak akan tercapai bila tidak ada petani termasuk didalamnya petani milenial sebagai pelaku utama yang menggerakkan laju pertumbuhan sektor pertanian.

Kementerian Pertanian sebagai institusi yang bertanggung jawab akan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia terus mengupayakan lahirnya petani-petani milenial (regenerasi petani) yang tak hanya cakap dalam mengolah tanah tetapi juga mampu mengembangkan menjadi potensi bisnis.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (YSL), meyakini anak muda atau generasi milenial yang mau terjun di bidang pertanian mempunyai peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Dan Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) adalah salah satu program andalan Kementan dalam upaya mewujudkan target 2,5 juta petani milenial dalam 5 tahun. 

Sementara Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengatakan, penumbuhan wirausahawan muda pertanian menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan minat generasi milenial akan dunia pertanian.

"Kementan melalui BPPSDMP akan memberikan bantuan dana yang dapat digunakan untuk modal awal bagi yang baru akan merintis usaha atau modal tambahan bagi yang telah memulai usaha dan akan mengembangkannya ”, papar Dedi.

Reporter : Lely
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018